Kapolri Kenang Eyang Meri Hoegeng: Inspirasi untuk Integritas Polri
Sumber Foto: detikNews
Lifestyle

Kapolri Kenang Eyang Meri Hoegeng: Inspirasi untuk Integritas Polri

Home

Berita

Jabodetabek

Internasional

Hukum

detikX

Kolom

Blak blakan

Pro Kontra

Infografis

Foto

Video

Indeks

detikNews Berita

Kapolri Kenang Sosok Eyang Meri Hoegeng: Inspirasi Kami Jaga Integritas

Rizky Adha Mahendra - detikNews

Rabu, 04 Feb 2026 13:39 WIB

Kabupaten Bogor -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenang sosok almarhumah Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Dia mengatakan Eyang Meri menjadi inspirasi Polri dalam menjaga integritas.

"Tentunya, selama almarhumah hidup, beliau banyak sekali membawa pesan-pesan yang selalu disampaikan di setiap kami bertemu. Sehingga kemudian dari pesan-pesan itulah juga yang kemudian menginspirasi kami untuk terus mendorong, menjaga integritas," kata Kapolri seusai pemakaman di Makam Giri Tama, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Rabu (4/2/2026).

"Dan apa yang telah diteladankan oleh beliau dalam kegiatan-kegiatan yang kami lakukan antara lain beberapa kali kami melaksanakan Hoegeng Awards," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Sigit mengatakan Eyang Meri selalu memberi pesan pada setiap kegiatan Polri. Eyang Meri memberi pesan agar menjadi polisi yang baik, berintegritas, dan melindungi serta mengayomi masyarakat.

Baca juga: Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama ke Meri Hoegeng

ADVERTISEMENT

"Bahkan tadi malam kami mendengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama, bagaimana beliau selalu menyampaikan pesan 'jadilah contoh, jadilah teladan, dan mulailah dari dirimu sendiri'," kenangnya.

Hal tersebut yang, menurutnya, menjadi semangat bagi Polri untuk tetap berbuat baik. Menurutnya, pesan tersebut patut diingat dan dijalankan dengan baik oleh seluruh insan Bhayangkara.

"Karena beliau setiap menyampaikan, Eyang Meri di saat-saat terakhirnya dan setiap pesannya selalu 'tolong jaga, titip institusi Polri. Tolong jaga dan titip institusi Polri'. Dan tentunya pesan itu memiliki makna mendalam bahwa kami," imbuhnya.

Diketahui, Eyang Meri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Eyang Meri tutup usia Selasa (3/2) pukul 13.25 WIB.

Anugerah Bintang Bhayangkara Pratama

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri. Anugerah tanda kehormatan untuk Eyang Meri diberikan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajukan usul kepada Prabowo.

Baca juga: Melayat ke Rumah Duka, Kapolri Kenang Pesan Mendalam dari Eyang Meri Hoegeng

Acara penganugerahan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Eyang Meri dilakukan di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan menyerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada cucu Jenderal Hoegeng, Rama Hoegeng, sebagai perwakilan keluarga.

Acara anugerah Bintang Bhayangkara Pratama untuk Eyang Meri di Makam Giri Tama, Tajur Halang, turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri, serta keluarga besar mendiang Eyang Meri Hoegeng.

"Kami sangat menghormati dan menghargai beliau atas banyak hal yang selalu beliau titipkan dan sampaikan. Dan karena jasa beliau, maka Polri mengajukan kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan Bintang Bhayangkara Pratama," kata Sigit.

"Ini adalah bentuk penghormatan dari kami, adik-adik beliau, anak-anak beliau, terhadap almarhumah atas jasa beliau dalam memberikan spirit, dalam selalu memberikan semangat pada saat situasi-situasi yang memang kami membutuhkan. Saya kira itu menjadi bentuk penghormatan bagi kami dari keluarga besar Polri, dari negara untuk beliau," imbuhnya.

Baca juga: Ahok Kenang Eyang Meri Hoegeng: Sering Kirim Makanan Saat Saya di Tahanan

Pengajuan nama Eyang Meri dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama tertuang dalam surat Kapolri yang ditujukan kepada Presiden Nomor: R/II/KEP/2026. Dasar pengajuan anugerah Bintang Bhayangkara Pratama itu yakni UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, PP Nomor 1 Tahun 2010 tentang Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, dan Perkap Nomor 4 tahun 2012 tentang Tata Cara Pengajuan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

"Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, dengan hormat diajukan permohonan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Bu Meriyati Roeslani Hoegeng, istri Jenderal (Purn) Hoegang Iman Santoso, Kapolri pada masa tanggal 05 Mei 1968 sampai dengan 02 Oktober 1971, yang berjasa terhadap kemajuan dan pengembangan Kepolisian Negara Republik Indonesia, diajukan permohonan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama," tulisan Sigit kepada Prabowo dalam suratnya.

Simak Video 'Kapolri Ungkap Pesan Eyang Meri Hoegeng: Jadilah Polisi yang Baik':

[Gambas:Video 20detik]

Halaman 2 dari 2

(rdh/jbr)

bogor jabodetabek kapolri jenderal listyo sigit prabowo eyang meri hoegeng meriyati hoegeng meninggal dunia

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikNews

Pengakuan Ibu Tiri Anak yang Tewas Tragis di Sukabumi

Sepakbola

Cristiano Ronaldo Tembus 500 Gol Sejak Berusia 30 Tahun

detikHealth

Kok Bisa Sahur 'Full Karbo' Malah Bikin Cepat Lapar? Begini Logika Nutrisinya

detikFood

Takjil Favorit! 3 Resep Gorengan Crispy yang Mudah Dibuat

Sepakbola

Liga Inggris Memanas, Arsenal Dipepet Manchester City

detikInet

Ayo Tes Mata, Cari Hewan yang Berkamuflase

detikFinance

Barang AS Masuk RI Tak Perlu Label Halal hingga Google-Netflix Tak Dipajaki