Kejujuran Sebagai Inti Ibadah Puasa dan Kehidupan
Fakta Baru - RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kultum Zuhur di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Rabu, 3 Maret 2026, menekankan pentingnya kejujuran sebagai inti ibadah puasa. Tausiah yang disiarkan RRI Pro1 Banjarmasin tersebut disampaikan Drs. H. Sukriansyah, M.A., di hadapan jamaah.
Dalam ceramahnya, ia mengisahkan peristiwa pada masa Khalifah Umar bin Khattab tentang seorang lelaki yang membunuh ayah dua pemuda setelah mengetahui untanya dibunuh karena memakan buah di kebun korban. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa amarah dapat berujung pada petaka, namun kejujuran tetap menjadi kunci penyelesaian masalah.
Sukriansyah menyampaikan, lelaki itu mengakui perbuatannya dan meminta izin pulang selama sehari untuk menyelesaikan urusan keluarga serta utangnya sebelum menerima hukuman. Salman Al-Farisi bersedia menjadi penjamin atas kepulangan lelaki tersebut.
Menjelang batas waktu, lelaki itu datang dalam kondisi lelah setelah berlari jauh untuk menepati janji. Kejujurannya meluluhkan hati dua pemuda yang akhirnya memaafkannya.
“Puasa adalah ibadah rahasia yang melatih kita untuk berlaku jujur karena hanya diri sendiri dan Allah yang mengetahui,” ujar Sukriansyah.
Ia menjelaskan puasa mendidik umat untuk menahan diri meskipun tidak diawasi manusia. Kejujuran menjadi jalan menuju kebaikan dan surga sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw yang menyatakan bahwa kejujuran akan menuntun pada kebaikan, dan kebaikan menuntun ke surga.
“Melalui kisah ini, mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat karakter jujur dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sukriansyah. “Kejujuran adalah pondasi keberkahan dan jalan menuju surga Allah.”




