Kemenag Kepulauan Seribu Gelar Kultum: Pentingnya Menjaga Adab dan Hubungan Sosial
Sumber Foto: Kementerian Agama
Sosial

Kemenag Kepulauan Seribu Gelar Kultum: Pentingnya Menjaga Adab dan Hubungan Sosial

Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menyelenggarakan pengajian rutin Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang dilaksanakan setiap selesai salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Rabu (4/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Hilmani, Penyuluh Agama Islam ASN Kemenag Kepulauan Seribu, dengan mengangkat tema “Barang Siapa yang Merendahkan Lima Golongan, Maka Ia Akan Merugi dalam Lima Perkara.” Tema ini mengingatkan pentingnya menjaga adab, sikap hormat, serta memperkuat hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam mengawali penyampaiannya, Hilmani memaparkan lima golongan yang tidak boleh diremehkan beserta dampak kerugian yang ditimbulkannya.

Pertama, merendahkan ulama, yang akan berakibat pada kerugian dalam urusan agama.

“Ulama adalah pewaris para nabi. Ketika seseorang meremehkan ulama, maka ia berpotensi kehilangan arah dan keberkahan dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama,” jelasnya.

Kedua, merendahkan umara atau pemimpin, yang berdampak pada kerugian dalam urusan dunia.

“Pemimpin memiliki peran penting dalam menjaga keteraturan kehidupan bermasyarakat. Jika kita meremehkan pemimpin, maka yang dirugikan adalah diri kita sendiri karena tatanan kehidupan menjadi tidak harmonis,” ungkap Hilmani.

Ketiga, merendahkan tetangga, yang menyebabkan hilangnya manfaat tolong-menolong.

“Tetangga adalah orang terdekat dengan kita. Jika hubungan dengan tetangga tidak dijaga, maka kepedulian, kebersamaan, dan manfaat saling menolong akan hilang,” tuturnya.

Keempat, merendahkan kerabat, yang berujung pada kerugian dalam hal kasih sayang.

“Kerabat adalah bagian dari keluarga besar kita. Meremehkan mereka sama dengan merusak tali silaturahmi yang seharusnya terus dijaga,” katanya.

Kelima, merendahkan keluarga, baik istri maupun anak, yang akan berdampak pada hilangnya kenikmatan dalam kehidupan rumah tangga.

“Keluarga adalah sumber ketenangan dan kebahagiaan. Jika istri dan anak direndahkan, maka keberkahan hidup akan berkurang dan rumah tangga kehilangan keharmonisannya,” tambahnya.

Menutup kultumnya, Hilmani mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga adab, menghormati sesama, serta memperbaiki hubungan sosial sebagai bagian dari keimanan.

“Mari kita jaga sikap dan lisan, saling menghormati, serta memperbaiki hubungan dengan sesama agar hidup kita dipenuhi keberkahan dan terhindar dari berbagai kerugian,” pungkasnya.

Selain menyampaikan tausiah keagamaan, kegiatan kultum tersebut juga diisi dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 133–135 yang dipimpin langsung oleh Hilmani dan diikuti oleh para jemaah yang hadir.

“Melalui pembiasaan membaca dan memahami Al-Qur’an, kita berharap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan kultum rutin yang dirangkai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an ini ditutup dengan doa bersama agar seluruh pegawai Kemenag Kepulauan Seribu senantiasa diberikan kesehatan, keistiqamahan dalam beribadah, serta kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.