Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Sulawesi, Berusia 45.500 Tahun
Sumber Foto: Aktual.com
Temuan Aktual

Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Sulawesi, Berusia 45.500 Tahun

Jakarta, Aktual.com – Temuan mengejutkan datang dari Sulawesi Selatan, di mana gambar babi kutil yang ditemukan di Gua Leang Tedongnge telah diidentifikasi sebagai lukisan gua tertua di dunia dengan usia sekitar 45.500 tahun. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) dan Universitas Griffith Australia.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada Rabu, 13 Januari, menggunakan metode pertanggalan Uranium-Series. Peneliti Puslit Arkenas, Adhi Agus Oktaviana, menjelaskan bahwa analisis tersebut dilakukan di Radiogenic Isotope Facility, University of Queensland, Australia.

Dalam penelitian ini, sampel kalsium karbonat yang tumbuh di atas pigmen lukisan diambil dari kaki belakang babi kutil. Hasil analisis menunjukkan umur minimum lukisan tersebut, yang ditetapkan pada 45.500 tahun. "Kita sebut umur minimum, makanya yang di Leang Tedongnge itu 45.500 tahun itu adalah umur minimum," jelas Adhi.

Penemuan ini memberikan gambaran jelas tentang pengembangan seni di kalangan leluhur bangsa Indonesia dan menjadi indikator penting dalam memahami pola migrasi manusia modern ke Nusantara. Gambar babi kutil, yang merupakan spesies endemik di Sulawesi, ditemukan di tebing kapur terjal dan hanya dapat diakses melalui gua sempit saat musim kemarau.

Gambar tersebut merupakan bagian dari panel yang terletak di dinding dalam gua Leang Tedongnge, menampilkan seekor babi kutil dengan ciri khas seperti jambul pendek dan sepasang kutil di wajah. Lukisan ini menggunakan oker merah dan menunjukkan bahwa praktik perburuan hewan tersebut telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Adhi juga menambahkan bahwa temuan ini relevan untuk memahami jalur migrasi manusia, terutama karena selama Zaman Es, selat-selat yang mengelilingi Sulawesi tidak pernah mengering. Hal ini menunjukkan bahwa manusia prasejarah tidak mungkin mencapai pulau tersebut tanpa kemampuan maritim. "Kemungkinan mereka sudah punya kemampuan atau menguasai kemaritiman walaupun mungkin masih sederhana," ujarnya.

Profesor Maxime Aubert, seorang spesialis pertanggalan dari Griffith Center for Social Science and Cultural Research, menjelaskan bahwa panel gambar tersebut kemungkinan telah dilukis beberapa waktu sebelumnya. Gambar babi kutil kedua ditemukan di Gua Leang Balangajia 1, yang telah dipertanggalkan setidaknya 32.000 tahun yang lalu dengan metode yang sama.

Aubert menambahkan, "Kami sekarang telah mengetahui beberapa contoh awal gambar cadas di Sulawesi, termasuk penggambaran binatang dan adegan naratif yang luar biasa baik untuk kualitas eksekusi dan kelangkaannya di dunia."

Adegan, atau gambar cadas yang bercerita, sangat jarang ditemukan dalam lukisan gua yang paling awal. Pertanggalan "adegan" gambar cadas tertua sebelumnya berumur setidaknya 43.900 tahun, menggambarkan hibrid manusia-hewan yang berburu babi kutil Sulawesi dan anoa, juga ditemukan oleh tim yang sama di gua batu kapur terdekat.