Lulusan Baru Tertekan oleh Dominasi Kecerdasan Buatan dalam Dunia Kerja
Sumber Foto: Bloomberg Technoz
Teknologi

Lulusan Baru Tertekan oleh Dominasi Kecerdasan Buatan dalam Dunia Kerja

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lanskap bagi lulusan perguruan tinggi baru yang memasuki dunia kerja mengalami perubahan mendalam, sejalan dengan meluasnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence /AI) di pelbagai industri. Studi dan survei sepanjang 2024-2025 melaporkan terdapat penurunan tajam dalam peluang kerja tingkat pemula, misalnya perusahaan teknologi Inggris memangkas posisi lulusan baru senilai 46% dari 2023-2024 dan memperkirakan penurunan lebih lanjut sebesar 53% pada 2026 mendatang.

Melansir IntuitionLabs, Senin (15/12/2025) analisis Stanford menemukan bahwa dalam pekerjaan yang sangat terpapar AI generatif, pekerja di awal karir pada usia 22-25 tahun telah mengalami penurunan relatif dalam lapangan kerja sebesar 13%.

Pada sebuah survei menunjukkan, meningkatnya kecemasan di kalangan mahasiswa, di mana jajak pendapat Handshake pada awal 2025 menemukan 56% dari mahasiswa senior tahun 2025 merasa agak atau sangat pesimis tentang prospek karir mereka dan 62% khawatir tentang dampak AI.

Didorong oleh tren ini, perusahaan-perusahaan tengah mempertimbangkan kembali perekrutan dan persyaratan keterampilan. Semakin banyak dari mereka menggunakan alat AI dalam perekrutan seperti penyaringan resume otomatis, chatbot, dan lain-lain, dan 73% pelamar tingkat pemula menduga bahwa AI telah menghalangi lamaran mereka.

Menurut survei firma riset pasar International Data Corporation (IDC), 66% perusahaan mengurangi perekrutan tingkat pemula karena AI, dengan 91% melihat pekerjaan berubah atau dihilangkan oleh otomatisasi. Pada saat yang sama, beberapa perusahaan menekankan keterampilan khusus AI serta hanya 5% pemberi kerja yang masih mensyaratkan gelar untuk karyawan baru, atau lebih memilih sertifikasi AI teknis dan kredensial pelatihan pemrograman.

Baca Juga

Lulusan Baru Makin Sulit Mencari Pekerjaan, Diambil Alih AI

Perusahaan Kian Vulgar PHK Karyawan, Pilih Kerja dengan AI

Studi MIT Sebut Tak Semua Lapangan Pekerjaan Hari Ini Dirampas AI