Mahasiswa UNAND Tingkatkan Pemahaman Diplomasi Melalui Program Bersama Kemlu
Sumber Foto: Universitas Andalas
Internasional

Mahasiswa UNAND Tingkatkan Pemahaman Diplomasi Melalui Program Bersama Kemlu

Dalam rangka menjaga keamanan data dan sistem informasi Universitas Andalas, seluruh pengguna diwajibkan untuk melakukan penggantian password secara berkala. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap akun pengguna dari potensi penyalahgunaan akses.

Jakarta (UNAND) - Mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) mendapatkan pengalaman langsung memahami praktik diplomasi Indonesia melalui program Sehari Bersama Kementerian Luar Negeri yang digelar di Jakarta, Kamis (12/2). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi UNAND dalam Nonton Bareng (Nobar) Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 dan Bincang Polugri.

Dua mahasiswa UNAND yang mewakili kampus adalah Wigi Dwy Indrayansah (Hubungan Internasional, 2024) dan Bunga Anisah Putri (Hukum, 2023), didampingi oleh dosen Dr. Muhammad Yusra. Kehadiran UNAND dalam forum ini menegaskan komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam diskursus kebijakan luar negeri dan isu-isu global strategis.

Program yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ini diikuti 27 peserta dari sembilan universitas mitra. Rangkaian kegiatan meliputi tur Gedung Pancasila, dialog interaktif bersama Menteri Luar Negeri, kunjungan ke Gedung Layanan Publik dan Pelindungan WNI, serta sesi Meet the Diplomats bersama diplomat muda.

Dalam sesi dialog, Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam membentuk arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan. Mahasiswa didorong untuk memperluas perspektif global, membangun jejaring internasional, dan mengasah kapasitas kepemimpinan.

Bagi mahasiswa UNAND, kesempatan berdialog langsung dengan Menlu dan para diplomat memberikan gambaran konkret tentang bagaimana diplomasi Indonesia dijalankan, termasuk mandat perlindungan WNI dan layanan kekonsuleran. Pengalaman ini menjadi penguatan penting atas pembelajaran teoritis yang selama ini diperoleh di ruang kuliah.

Dr. Muhammad Yusra menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa UNAND dalam program ini memiliki nilai strategis. “Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi bagian dari ruang dialog kebijakan. Ini memperkaya cara pandang mereka terhadap politik luar negeri Indonesia dan membuka wawasan tentang dinamika geopolitik global yang terus berkembang,” ujarnya.

Program Sehari Bersama Kementerian Luar Negeri menjadi wujud komitmen Kemlu dalam mendekatkan diplomasi kepada generasi muda. Partisipasi UNAND dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai ruang pembinaan calon pemimpin yang adaptif, kritis, dan berwawasan internasional.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

Previous article: Wisuda Terpusat Perdana, Rektor UNAND: Lulusan Harus Jadi Navigator di Era Ketidakpastian Global Prev

Next article: Pembekalan Wisudawan Universitas Andalas : Membangun karir profesional dan mandiri Next

Contact Us.

Follow Us :

© 2025 | Universitas Andalas

Direktorat

Pendidikan

Kemahasiswaan

Keuangan

Umum

Bisnis

SDM

DTI

Perencanaan

Kerjasama

Kantor

Humas

International Office

Manajemen Resiko

Arsip

Lembaga

LPM

LPPM

Website

Rumah Sakit

Green Campus

Lapor

Arsip UNAND

Unit

Perpustakaan

Pusat Bahasa

Laboratorium

PDK (Pembelajaran di Luar Kampus)

SPI

Disabilitas

Resources

Direktori eJournal

Portal iLearn

Portal Akademik

Portal e-Office

Repository

Direktori Dosen

Email Institusi

Sister

Simanis

SSO