Mahasiswa Unhan Kembangkan Wawasan Global Melalui Program Pertukaran di UEA
Meski demikian, Alif menekankan bahwa pengalaman akademik yang diperoleh justru memperkaya sudut pandangnya, terutama dalam bidang manajemen bencana.
“Banyak dari perspektif dosen-dosen di sini yang luar biasa, memperluas perspektif saya sendiri. Mungkin ini yang akan saya bawa ke Indonesia nanti,” lanjut Alif.
Sersan Mayor Dua Kadet Teknik Mesin, Karina Alexandria Silaban menyoroti pentingnya penguasaan ilmu keamanan dan pertahanan sebagai bekal untuk mengabdi kepada negara.
Karina juga menyampaikan bahwa berbagai perspektif serta pertukaran gagasan yang diperoleh selama program berlangsung, termasuk terkait keamanan perbatasan, akan diterapkan secara nyata.
“Segala perspektif dan pertukaran pikiran antara dosen dan apa yang terjadi di Indonesia itu menjadi ilmu yang akan saya terapkan, terutama dalam hal keamanan di perbatasan,” tambahnya.
Program ini dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam memperkuat pertahanan nasional melalui pembangunan kualitas manusia.
Di era kepemimpinan Prabowo, penguatan sektor pertahanan tidak hanya menitikberatkan pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), akan tetapi juga pada investasi jangka panjang terhadap SDM unggul yang adaptif dan memiliki wawasan global.
Para mahasiswa juga berharap agar kerja sama serta diplomasi pendidikan internasional dapat terus diperluas.
Melalui program ini, mahasiswa Unhan menegaskan kesiapan mereka untuk kembali ke Tanah Air dan mengabdikan ilmu serta pengalaman yang telah diperoleh demi kepentingan bangsa dan negara.




