Makna Kematian dan Kebangkitan Yesus dalam Kehidupan Umat
RRI.CO.ID, Tahuna - Dalam pembacaan Alkitab dari Kitab Wahyu 5:5-14, umat diingatkan tentang kemuliaan Anak Domba yang layak menerima kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan puji-pujian.
Hal itu disampaikan oleh Pendeta (Pdt). Gideon Tandayu dalam acara Mutiara Pagi Kristen di Prosatu RRI Tahuna.
Dalam renungannya, ia menegaskan bahwa hingga kini orang percaya terus merasakan dan mengimani penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, umat Tuhan berdoa kepada-Nya karena Dialah satu-satunya Tuhan yang sanggup memberikan jalan keluar atas setiap persoalan hidup.
Di tengah berbagai pertanyaan dan pergumulan dunia, ada dua hal mendasar yang masih sering dipertanyakan banyak orang.
Pertama, kematian Yesus bukanlah kematian biasa. Ia mati sebagai korban yang menebus dosa dan kesalahan umat manusia. Tidak hanya mati, Yesus juga bangkit dari kematian untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya.
“Kematian dan kebangkitan Yesus adalah bukti kasih Allah yang sempurna bagi manusia. Itu adalah karya penebusan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun,” ujar Pendeta Gideon.
Kedua, Yesus adalah Tuhan yang layak disembah oleh seluruh makhluk di muka bumi. Sebagaimana dinyatakan dalam Wahyu 5:5-14, seluruh ciptaan tersungkur menyembah Anak Domba yang duduk di atas takhta.
Melalui firman Tuhan ini, umat percaya diteguhkan bahwa mereka menyembah Tuhan yang benar, Tuhan yang hidup, dan berkuasa atas segala sesuatu untuk selama-lamanya.




