Membangun Ketangguhan Pendidikan Melalui Diskusi SPAB di MAN 2 Bantul
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Membangun Ketangguhan Pendidikan Melalui Diskusi SPAB di MAN 2 Bantul

Bantul --- Dunia pendidikan terus bergerak dinamis seiring perubahan zaman dan tantangan yang semakin kompleks. Menyadari pentingnya kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai risiko, guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MAN 2 Bantul, Khuzaifah, mengikuti edisi spesial JBR Ngepodcast yang mengangkat tema strategi membangun ketangguhan satuan pendidikan.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, 25 Februari 2026 pukul 10.00--11.30 WIB ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Jogja Belajar. Program ini merupakan kolaborasi antara Sekber SPAB DIY, Sekber SPAB Bantul, dan Satgas SPAB Kanwil Kemenag DIY, dengan dukungan dari Plan Indonesia dan Maybank. Diskusi menghadirkan para pakar pendidikan yang kompeten di bidangnya.

Hadir sebagai narasumber antara lain Suhirman selaku Kepala Dinas Dikpora DIY sekaligus Ketua Sekber SPAB DIY, Sidik Pramono selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, serta Titik Sunarti Widyaningsih yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Bantul sekaligus Ketua Sekber SPAB Kabupaten Bantul. Acara dipandu oleh host Bening Saraswati dengan suasana diskusi yang interaktif dan inspiratif.

Dalam podcast tersebut, para narasumber membahas pentingnya membangun budaya sadar risiko di lingkungan pendidikan, mulai dari kesiapsiagaan bencana, perlindungan anak, hingga penguatan sistem manajemen sekolah yang adaptif. Ketangguhan satuan pendidikan dinilai bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia, kebijakan yang responsif, serta kolaborasi lintas sektor.

Khuzaifah mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Ia menilai bahwa guru perlu memiliki wawasan kebencanaan, manajemen risiko, serta kemampuan membangun lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Menurutnya, ketangguhan sekolah harus dimulai dari kesadaran individu pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi.

"Sebagai guru, kita tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memastikan peserta didik belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan risiko," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan di daerah yang memiliki potensi risiko bencana. Dengan pemahaman yang tepat, madrasah dapat menyusun langkah mitigasi, simulasi, serta kebijakan internal yang mendukung keselamatan seluruh warga sekolah.

Partisipasi Khuzaifah dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap guru-guru yang aktif mengikuti forum ilmiah dan diskusi edukatif, baik secara luring maupun daring.

Menurut Nur Hasanah Rahmawati, peningkatan kapasitas guru merupakan investasi penting bagi kemajuan madrasah. Ia menilai bahwa wawasan tentang ketangguhan satuan pendidikan sangat relevan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, humanis, dan berkelanjutan. "Kami mengapresiasi keaktifan mbak Khuza dalam mengikuti JBR Ngepodcast. Ilmu yang diperoleh tentu akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan MAN 2 Bantul, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan dan perlindungan warga madrasah," tuturnya.

Melalui partisipasi dalam forum ini, diharapkan Khuzaifah dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam perencanaan dan praktik pembelajaran di madrasah. Semangat belajar sepanjang hayat dan kesiapan menghadapi perubahan menjadi kunci dalam membangun satuan pendidikan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di masa depan. (khz)

Lihat Edu Selengkapnya