Menggali Makna Ibadah dan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan
RRI.CO.ID Nunukan : Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat ibadah personal sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Dalam dialog interaktif yang digelar RRI Nunukan, Ust. Supritno menyampaikan bahwa Ramadan disebut sebagai bulan Al-Qur’an sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Ia mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekadar bacaan rutin tahunan tanpa perenungan dan pengamalan.
Menurutnya, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi bertakwa. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi orang-orang yang bertakwa. Takwa, tidak hanya terlihat saat berada di masjid, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, tempat kerja, pasar, maupun di media sosial.
Ia menegaskan, ibadah puasa seharusnya melahirkan empati sosial. Rasa lapar yang dirasakan saat berpuasa menjadi pengingat bahwa masih banyak saudara yang hidup dalam kekurangan. Karena itu, Ramadan juga dikenal sebagai bulan berbagi. Mengutip hadis dalam Sahih Bukhari, ia menyebut Rasulullah adalah sosok paling dermawan dan kedermawanannya semakin meningkat saat Ramadan.
Dalam sesi tanya jawab, Ustaz Supritno juga menjelaskan indikator keberhasilan Ramadan. Salah satunya adalah adanya perubahan nyata dalam diri, seperti salat yang semakin terjaga, akhlak yang lebih baik, serta meningkatnya semangat beribadah bahkan setelah Ramadan usai. Ia menekankan bahwa kemudahan untuk terus melakukan ketaatan merupakan tanda diterimanya amal ibadah seseorang.
Menanggapi pertanyaan pendengar tentang membaca Al-Qur’an yang belum lancar, ia menyampaikan bahwa setiap huruf yang dibaca bernilai pahala. Bahkan orang yang terbata-bata tetap mendapat dua pahala, yakni pahala bacaan dan pahala kesungguhan. Ia mendorong masyarakat untuk terus belajar dan tidak berkecil hati, sembari tetap berusaha memperbaiki bacaan.




