Model Pengelolaan Masjid Jogokariyan: Inspirasi Ekonomi Syariah Berbasis Komunitas
Sumber Foto: republika.co.id
Lifestyle

Model Pengelolaan Masjid Jogokariyan: Inspirasi Ekonomi Syariah Berbasis Komunitas

Fakta Baru - Transparansi keuangan dan pemberdayaan umat jadi kunci model ekonomi syariah.

Red: Ani Nursalikah

Warga berbuka puasa dengan takjil yang dibagikan secara gratis di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Rabu (18/2/2026). Pengurus Masjid Jogokariyan menyiapkan sedikitnya 3.800 porsi takjil per hari yang dibagikan gratis kepada masyarakat selama bulan Ramadhan 1447 H.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut model pengelolaan Masjid Jogokariyan yang dirintis almarhum Muhammad Jazir ASP menjadi inspirasi pengembangan ekonomi syariah berbasis komunitas.

"Almarhum membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya hidup dalam buku dan regulasi, tetapi dapat bertumbuh nyata di tengah masyarakat melalui masjid," kata Ketua Umum MES DIY Edy Suandi Hamid saat penganugerahan penghargaan kepada almarhum di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Yogyakarta, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga

Mandi Junub Setelah Imsak dan Keutamaan Berhubungan Intim Suami Istri

Tajdid Ramadhan Khalifah Umar

Rudal Canggih Iran Berkecepatan Tinggi Kejutkan Dunia, Mampu Berputar-putar Memburu Target

Edy menuturkan, salah satu warisan penting Ustadz Jazir adalah penerapan tata kelola keuangan masjid yang transparan dan amanah. Laporan keuangan masjid, kata dia, disampaikan secara terbuka kepada jamaah sehingga mendorong tumbuhnya kepercayaan dan meningkatkan partisipasi umat.

Ia menambahkan, almarhum juga memperkenalkan prinsip pengelolaan dana infak agar tidak mengendap tanpa manfaat.

"Dana harus bergerak, berputar, dan memberdayakan umat. Dana infak harus kembali kepada jamaah dalam bentuk program nyata yang dibutuhkan umat," ucap Edy.

Dari prinsip tersebut, almarhum mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, antara lain ATM beras bagi warga kurang mampu. Berikutnya, bazar dan pasar Ramadhan untuk menggerakkan UMKM jamaah, usaha katering komunitas, hingga pengembangan wakaf progresif.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

sumber : Antara

Advertisement

ekonomi syariah

masjid jogokariyan

masyarakat ekonomi syariah (mes)

pemberdayaan ekonomi

tata kelola keuangan

dana infak

program komunitas

penghargaan inovator

wakaf progresif

literasi syariah

ustadz jazir asp

Berita Terkait

Khazanah - 14 jam yang lalu

Pakar Ungkap Tantangan Besar Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Ekonomi Syariah - 20 May 2026, 19:37

IAEI Lantik 13 Komisariat Baru di Wilayah Jabodetabek, Siap Perkuat Ekonomi Islam

Ekonomi Syariah - 19 May 2026, 22:00

Pesantren Didorong Kembangkan Kewirausahaan Santri

Ekonomi Syariah - 19 May 2026, 14:17

BSI Gandeng Puluhan UMKM Sediakan Perlengkapan Jamaah Haji

Ekonomi Syariah - 14 May 2026, 11:45

KNEKS: Keuangan Syariah Mulai Dilirik Non-Muslim

Khazanah - 13 May 2026, 20:13

Sukses dengan Dana Zakat, Program Jantara Siap Suplai Kurban Dompet Dhuafa

Ekonomi Syariah - 12 May 2026, 16:39

Aset Tembus Rp 460 Triliun, BSI Masuk Lima Besar Bank Nasional

Ekonomi Syariah - 11 May 2026, 19:31

Bangun Ekonomi Syariah dengan Bonus Demografi Generasi Muda

Berita Lainnya

Khazanah - Jumat , 22 May 2026, 00:11 WIB

Media Israel Ungkap Mengapa Komandan Tertinggi Al-Qassam Berjuluk Sang Hantu Bisa Terbunuh

Khazanah - Jumat , 22 May 2026, 00:05 WIB

Khutbah Arafah 2026 Disiarkan dalam 34 Bahasa, Disampaikan Syekh Hudhaify

Khazanah - Kamis , 21 May 2026, 23:34 WIB

Menuju Armuzna: Rencana, Ikhtiar, dan Doa Terselip untuk Kesuksesan Haji Tahun Ini

Khazanah - Kamis , 21 May 2026, 23:23 WIB

Dari Saigon ke Teheran: Inilah Kemiripan Perang Iran dan Vietnam

Khazanah - Kamis , 21 May 2026, 23:21 WIB

Jelang Puncak Haji, Arab Saudi Rampungkan Persiapan Layanan di Dua Miqat