Pacuan Kuda Bac Ha: Tradisi dan Pariwisata di Dataran Tinggi
Bac Ha ( Lao Cai) tidak hanya terkenal dengan musim mekarnya bunga plum putih yang indah, tetapi juga dengan irama derap kaki kuda yang membanggakan. Sejak Juli 2025, setelah Lao Cai dan Yen Bai bergabung membentuk provinsi Lao Cai yang baru dan beroperasi di bawah model pemerintahan dua tingkat, wilayah ini telah memperoleh vitalitas baru sambil tetap melestarikan esensi pasar dataran tingginya.
Pasar ternak di tepi Sungai Nam Cay
Sungai Nam Cay mengalir dengan tenang, menjadi saksi perubahan lanskap dataran tinggi putih. Pasar ternak Bac Ha kini beroperasi setiap hari Sabtu, menciptakan pengalaman budaya yang lengkap: kunjungan pagi ke pasar ternak, pacuan kuda di siang hari, dan jalan-jalan malam di pasar malam. Mulai pukul 5 pagi, di tengah kabut tebal, suara ritmis derap kaki kuda di jalan aspal memecah ketenangan lembah, mengantarkan hari penuh kemeriahan.
Di udara yang dipenuhi aroma rumput segar, jual beli berlangsung dengan cepat dan ramah. Kuda-kuda dari Thai Giang Pho, Tuyen Quang, dan Phu Tho semuanya berkumpul di sini. Bagi masyarakat dataran tinggi, membawa kuda ke pasar sejak usia muda bukan hanya untuk dijual tetapi juga sebagai cara untuk "memanaskan" mereka, membantu mereka terbiasa dengan kebisingan dan keramaian sebelum memasuki arena profesional.
Seni seleksi kuda dan warisan tiga generasi.
Memilih kuda perang yang benar-benar unggul di Bac Ha membutuhkan pengetahuan yang luas tentang menunggang kuda yang telah terakumulasi selama beberapa generasi. Menurut penunggang kuda berpengalaman seperti Bapak Lam Van Thang, kuda yang baik haruslah dari ras lokal, dengan dada lebar untuk paru-paru yang besar dan empat kuku bulat berbentuk mangkuk untuk keseimbangan. Secara khusus, penduduk setempat percaya bahwa kuda putih tidak boleh digunakan dalam perlombaan karena penglihatan mereka sering terpengaruh oleh sinar matahari yang terik.
Di lembah Na Hoi, keluarga Than Van Duy menjadi bukti keberlanjutan kecintaan pada olahraga berkuda. Dari ayahnya, mantan penunggang kuda terkenal Than Van Dung, hingga generasi Duy – yang mengelola Klub Kuda Bac Ha dengan 50 anggota – kecintaan pada hewan-hewan ini telah tertanam dalam darah mereka. Saat ini, model "Bac Ha Horse Farmstay" milik keluarganya memungkinkan pengunjung untuk merasakan sensasi "tidur bersama kuda, bangun bersama bunga" di tengah kebun plum kuno.
"Kuda perang bermerek" di lintasan balap.
Keunikan pacuan kuda Bac Ha saat ini terletak pada perpaduan antara tradisi dan pariwisata. Kuda-kuda tersebut kini menjadi "duta merek" berjalan, membawa logo restoran dan hotel lokal. Sponsor ini membantu para joki mempertahankan perawatan khusus, termasuk rumput segar, biji jagung rebus yang dicampur dengan telur dan madu untuk menyehatkan otot mereka.
Teknik berkuda para penunggang kuda dataran tinggi juga sangat unik. Mereka menunggang kuda tanpa pelana, menggunakan kaki telanjang untuk mencengkeram sisi tubuh kuda. Ini adalah tantangan yang membutuhkan keberanian dan keterampilan, terutama ketika harus mengendalikan kuda dengan kecepatan tinggi di jalan beraspal dengan tikungan tajam.
Daya tarik turnamen mingguan
Sejak 15 November 2025, pacuan kuda telah menjadi acara mingguan rutin di Stadion Bac Ha, menarik banyak wisatawan domestik dan internasional. Suasana di tribun selalu meriah dengan warna-warna cerah kain brokat dan keranjang bunga sawi kuning cerah. Bagi banyak pengunjung internasional, semangat murni dan alami dari pacuan kuda inilah yang menciptakan daya tarik tak tertahankan bagi wilayah ini.
Profesionalisasi acara pacuan kuda tidak hanya menciptakan produk wisata yang unik tetapi juga berkontribusi pada pelestarian sumber daya genetik yang berharga dan pembangunan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Saat matahari terbenam di atas puncak-puncak batu kapur, kuda-kuda yang megah itu kembali ke perawatan khusus mereka, siap untuk perjalanan selanjutnya melintasi dataran tinggi yang putih.
Sumber: https://baolamdong.vn/bac-ha-kham-pha-nhip-song-and-vo-ngua-kieu-hanh-tren-cao-nguyen-trang-425370.html




