Paus Leo XIV Desak AS dan Israel Hentikan Serangan Terhadap Iran
Sumber Foto: Merdeka.com
Internasional

Paus Leo XIV Desak AS dan Israel Hentikan Serangan Terhadap Iran

Fakta Baru - Paus Leo XIV menyatakan bahwa kondisi di Timur Tengah dan Iran saat ini berisiko tinggi untuk menimbulkan tragedi besar.

17:03:00

Paus Leo XIV mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia juga mendesak semua pihak untuk menghentikan "spiral kekerasan" sebelum situasi tersebut berubah menjadi konflik yang tidak dapat diatasi. Dalam reaksi resmi pertama dari Takhta Suci terhadap eskalasi yang terjadi, Paus yang berasal dari Amerika Serikat itu menyerukan agar jalur diplomasi dan dialog yang "masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab" segera dibuka, dengan landasan keadilan.

Saat memberikan doa Angelus dari jendela studionya yang menghadap Lapangan Santo Petrus pada siang hari Minggu, Paus menegaskan bahwa stabilitas dan perdamaian tidak akan tercapai melalui ancaman atau penggunaan senjata.

"Senjata hanya menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian," ujarnya, seperti yang dikutip dari laman Independent.co.uk pada Senin (2/3).

Paus menekankan bahwa stabilitas dan perdamaian tidak dapat dibangun melalui ancaman timbal balik, melainkan melalui dialog yang rasional, tulus, dan bertanggung jawab. Ia memperingatkan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah, khususnya Iran, berpotensi memicu tragedi besar.

"Saya menyerukan dengan sepenuh hati kepada semua pihak untuk memikul tanggung jawab moral menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak terjembatani," kata Paus.

Ia juga mengajak umat untuk terus mendoakan perdamaian. Selain itu, Paus Leo XIV juga menyoroti bentrokan yang terjadi antara Pakistan dan Afghanistan dalam beberapa hari terakhir, dan mendesak kedua negara untuk kembali ke meja perundingan.

"Hanya perdamaian, karunia Tuhan, yang dapat menyembuhkan luka antarbangsa," tuturnya.

Seruan Paus sejalan dengan desakan sejumlah pemimpin dunia yang meminta agar semua pihak kembali ke jalur perundingan. Ketegangan yang meningkat setelah serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada hari Sabtu lalu telah memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Ledakan besar mengguncang Teheran pada hari Minggu (1/3) pagi ketika militer Israel mengklaim sedang menargetkan "jantung" ibu kota Iran. Sehari sebelumnya, Israel mengklaim telah membuka jalur menuju Teheran, sementara Iran melanjutkan serangan balasan. Qatar, Kuwait, dan Bahrain melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat rentetan rudal yang ditembakkan dari Teheran.

Lebih lanjut, Oman, yang sebelumnya berperan sebagai mediator dalam pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington, melaporkan adanya serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Pelabuhan Duqm, yang digunakan oleh Angkatan Laut AS sebagai pusat logistik dan dapat menampung kapal induk, juga menjadi sasaran serangan drone. Situasi semakin rumit setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tidak menunjuk penerus resmi. Kekosongan kepemimpinan ini memicu ketidakpastian politik di dalam negeri Iran dan meningkatkan risiko terjadinya konflik regional yang lebih luas.

Rapat Desak di Tingkat Uni Eropa

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengajak masyarakat Iran untuk "mengambil alih nasib mereka" dengan melawan sistem teokrasi yang telah berkuasa sejak tahun 1979. Di tingkat global, para diplomat dari 27 negara anggota Uni Eropa mengadakan pertemuan darurat untuk membahas perkembangan terbaru serta langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh blok tersebut.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengecam serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya dan memberikan peringatan mengenai risiko terjadinya perang yang lebih meluas. Di Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mendesak agar serangan dihentikan dan negosiasi dapat dilanjutkan. Ia mengingatkan bahwa jika ketegangan tidak dapat diredakan, hal ini dapat berujung pada konflik regional yang akan berdampak serius pada warga sipil serta stabilitas kawasan.

Beberapa negara di Timur Tengah memilih untuk bersikap hati-hati dalam menanggapi serangan gabungan antara AS dan Israel, namun tetap mengecam serangan balasan dari Iran. Liga Arab menyatakan bahwa tindakan Teheran merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara yang berusaha untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut. Arab Saudi, melalui seorang diplomat, dilaporkan telah secara diam-diam meminta Iran untuk tidak melancarkan serangan ke wilayah kerajaan.

Sementara itu, Rusia dan China secara terbuka mengecam pembunuhan Khamenei. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang sinis terhadap norma-norma moral dan hukum internasional. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, juga menilai bahwa tindakan ini melanggar hukum internasional serta norma dasar dalam hubungan antarnegara.

Dengan terus meningkatnya eskalasi, tekanan dari komunitas internasional semakin kuat agar semua pihak menghentikan operasi militer dan kembali ke jalur diplomasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih luas di wilayah Timur Tengah.