PEKKA Banyumas: Pemberdayaan Perempuan Melalui Inovasi Rempah
RRI.CO.ID, Purwokerto - Rempah merupakan jenis tanaman beraroma khas yang biasanya digunakan untuk bumbu masakan nyatanya tidak hanya sebatas itu. Di tangan kelompok-kelompok usaha yang ada di dalam Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kabupaten Banyumas, rempah berhasil dijadikan makanan hingga minuman.
Dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Purwokerto kali ini bersama Yatimah – Ketua Serikat PEKKA Banyumas dan Siti Mijarief – Pj. Program PEKKA Banyumas membahas tema “UMKM Rempah Lokal dari Pala hingga Bir Pletok Instan”.
Rempah yang dimaksud dalam hal ini adalah kulit pala, “Kulit pala ini kan memang biasanya itu dijual palanya. Jadi, kayak petani itu merasa ini sia-sia dibuang kulitnya, ibaratnya limbah seperti itu. Kita manfaatkan, kita mencoba, akhirnya kita bisa membuat sirup pala, dan juga geplak pala juga seperti itu, termasuk jahe” ungkap Yatimah.
Dalam produksinya, PEKKA Banyumas memanfaatkan bahan dari lingkungan sekitar, sementara untuk jahe dalam hal ini mereka memilih untuk bertani. Kulit pala yang dipilih untuk dibuat sirup pala dan geplak merupakan kulit pala yang masih hijau dan keras, sedangkan jahe yang digunakan untuk membuat bir pletok merupakan jahe merah.
Tidak hanya sadar akan potensi yang ada di lingkungan sekitar, PEKKA Banyumas lebih jauh memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia yang juga dapat memberdayakan PEKKA Banyumas itu sendiri.
Untuk pemula yang ingin melakukan hal serupa seperti PEKKA Banyumas, Siti menyarankan untuk menanam rempah-rempah dengan memanfaatkan lahan dan bahan seadanya guna menerapkan hidup hemat.
Dengan demikian, pemanfaatan bahan dan alat yang ada di sekitar menjadi sebuah usaha dalam memberdayakan sumber daya manusia dan menjaga lingkungan dari limbah serta hidup hemat. (Helmalia)




