Pemanfaatan Papan Interaktif Digital Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah
Sumber Foto: Kemendikdasmen
Lifestyle

Pemanfaatan Papan Interaktif Digital Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah

Konsolnas 2026 – Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan terus memperlihatkan dampak yang signifikan, seiring dengan berkembangnya perangkat pembelajaran yang semakin canggih.

Salah satu inovasi yang telah memberi kontribusi besar adalah penggunaan Papan Interaktif Digital (PID), yang kini menjadi bagian integral dari kegiatan belajar mengajar di banyak sekolah di Indonesia.

PID, yang juga dikenal dengan sebutan Interactive Flat Panel (IFP), tidak hanya sekadar alat bantu, tetapi telah bertransformasi menjadi media yang sangat mendukung pembelajaran interaktif dan berbasis visual.

Di SMAN 1 Samarinda, penggunaan PID telah menjadi rutinitas dalam setiap proses pembelajaran.

Guru sejarah, Alexander Rendi, yang mengajar kelas X dan XI, menjelaskan bahwa hampir setiap kali masuk kelas, ia memanfaatkan PID sebagai media utama dalam menyampaikan materi.

Baginya, pembelajaran yang berbasis visual sangat efektif dalam menarik perhatian siswa dan memfokuskan perhatian mereka pada topik yang sedang diajarkan.

“Setiap saya masuk kelas, saya selalu memanfaatkan IFP sebagai media pembelajaran,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bisa memperkuat daya tarik materi yang disampaikan, menjadikannya lebih hidup dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Selain itu, penggunaan PID di SMAN 1 Samarinda juga menghadirkan suasana kelas yang lebih dinamis.

Melalui gim interaktif yang dapat diakses melalui perangkat tersebut, siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.

Tidak hanya menerima informasi secara pasif, mereka juga aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, yang tentunya mendorong keaktifan dan antusiasme mereka.

Hal tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan penuh interaksi, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam pelajaran.

Namun, meski teknologi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, Alexander menekankan bahwa peran guru tetap sangat vital.

“PID adalah media bantu. Menarik atau tidaknya pembelajaran sangat bergantung pada bagaimana guru memanfaatkannya,” jelasnya.

Sebagai seorang pendidik, ia sadar bahwa meskipun perangkat tersebut dapat meningkatkan kualitas penyajian materi, keberhasilan pembelajaran tetap bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola kelas dan menggunakan teknologi dengan bijak.

Sebagai contoh, dalam pembelajaran sejarah, Alexander memanfaatkan PID untuk menghadirkan museum virtual, sebuah inovasi yang memungkinkan siswa untuk “mengunjungi” berbagai situs bersejarah melalui tampilan digital.

Metode tadi tidak hanya membuat materi lebih hidup, tetapi juga mendorong rasa ingin tahu siswa, yang pada gilirannya menciptakan lebih banyak diskusi dan interaksi dalam kelas.

Hal tersebut menggambarkan bagaimana teknologi dapat memfasilitasi pengalaman belajar yang lebih mendalam dan kontekstual, membuat siswa merasa seolah-olah mereka benar-benar berada di tempat-tempat bersejarah.

Keberadaan PID juga membawa dampak positif terhadap pemahaman materi oleh siswa. Teknologi ini memungkinkan guru untuk menyampaikan materi secara lebih jelas dan sistematis, sambil meningkatkan keaktifan siswa.

Dengan berbagai fitur interaktif yang ada pada PID, siswa bisa langsung terlibat dalam proses pembelajaran, mencoba berbagai simulasi atau permainan edukatif yang mendukung pemahaman mereka terhadap materi.

Untuk memastikan penggunaan PID yang maksimal, pihak sekolah telah menyediakan pelatihan bagi guru dalam memanfaatkan perangkat ini secara optimal.

Pelatihan yang diberikan bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan teknis dalam menggunakan fitur-fitur PID, seperti whiteboard digital, akses internet, pemutaran video pembelajaran, serta kemampuan menghubungkan perangkat lainnya.

Meskipun demikian, pelaksanaan program ini tidak sepenuhnya tanpa kendala.

Salah satu tantangan terbesar adalah akses jaringan internet yang terkadang terbatas, yang bisa memengaruhi optimalisasi penggunaan PID di beberapa daerah.

Di sisi lain, upaya pemerintah daerah juga sangat penting dalam mendukung pemanfaatan PID di sekolah-sekolah.

Syarafudin, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Mataram, menyatakan bahwa dinas pendidikan memberikan dukungan yang komprehensif, termasuk pelatihan untuk guru dan penguatan kebijakan yang mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Selain itu, mereka juga menyediakan pendampingan berkelanjutan melalui pengawas sekolah dalam bentuk supervisi akademik dan forum berbagi praktik baik antar guru dan sekolah.

Dukungan tadi bertujuan agar penggunaan PID tidak hanya sebatas sebagai media presentasi, tetapi benar-benar bisa meningkatkan interaksi dua arah di kelas.

Penerapan PID di sekolah-sekolah juga sejalan dengan kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti, dalam Konsolidasi Nasional 2026, menyampaikan bahwa program digitalisasi pendidikan melalui penggunaan PID telah terealisasi dengan baik di seluruh Indonesia.

“Program IFP, alhamdulillah, seluruhnya untuk sekitar 288 ribu satuan pendidikan telah terdistribusi 100 persen dan hampir seluruhnya sudah mulai dipergunakan,” ungkapnya dengan penuh apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam merealisasikan program tersebut.

Ke depan, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memperkuat digitalisasi pembelajaran dengan merencanakan penambahan perangkat digital di sekolah-sekolah.

Setiap sekolah, menurut rencana, akan menerima tambahan tiga unit PID pada tahun 2026.

Langkah di atas bertujuan untuk memastikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas, menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari guru, sekolah, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat, pemanfaatan PID diharapkan dapat memperkuat transformasi digital dalam pendidikan.

Teknologi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkaya interaksi antara guru dan siswa, menjadikan proses belajar mengajar lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan demikian, PID menjadi salah satu alat yang penting dalam mewujudkan pendidikan yang lebih inovatif dan berbasis teknologi di Indonesia.