Penemuan Mozaik Romawi Berusia 1700 Tahun di Israel
Sumber Foto: Aktual.com
Temuan Aktual

Penemuan Mozaik Romawi Berusia 1700 Tahun di Israel

Israel, negara yang terletak di Timur Tengah dan dikelilingi oleh Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, serta gurun pasir Sinai, kembali menarik perhatian dunia dengan penemuan arkeologis yang signifikan. Di lingkungan Neve Yerek, dekat Lod dan bagian tenggara Tel Aviv, arkeolog dari Israel Antiquities Authority (IAA) berhasil menemukan sebuah mozaik indah yang diperkirakan berusia 1.700 tahun.

Mozaik tersebut memiliki ukuran 11 x 13 meter dan menggambarkan berbagai elemen alam dan kehidupan, termasuk burung, ikan, bunga dalam keranjang, vas, serta adegan perburuan hewan. Penemuan ini menambah koleksi warisan budaya yang kaya dari era Romawi di wilayah tersebut.

Kualitas Artistik yang Tinggi

Dr. Amir Gorzalczany, seorang arkeolog dari IAA, menjelaskan bahwa mozaik ini menunjukkan kualitas artistik yang sangat berkembang. "Kualitas gambar yang ada dalam mosaik menunjukkan kemampuan artistik yang sangat berkembang," ungkapnya.

Mozaik ini diketahui merupakan bagian dari trotoar sebuah vila Romawi besar, yang sebelumnya dikenal dengan mozaik Lod yang terkenal di bagian ruang tamunya. Menurut Dr. Gorzalczany, banyak fragmen lukisan dinding yang ditemukan mencerminkan dekorasi serta desain yang teliti dan mewah, yang merupakan ciri khas dari masa itu.

Sejarah Vila Romawi

Vila yang mengandung mozaik ini berasal dari lingkungan rumah yang makmur yang berdiri selama periode Romawi dan Bizantium. Saat itu, kota Lod dikenal dengan nama Diospolis dan merupakan ibu kota kabupaten hingga digantikan oleh Ramla setelah penaklukan Muslim. Bangunan ini telah digunakan selama waktu yang sangat lama, menunjukkan pentingnya lokasi tersebut dalam sejarah.

Peluang Penemuan Lanjutan

Dr. Gorzalczany juga menyatakan bahwa kompleks bagian timur vila tersebut masih sulit diakses. Hal ini menimbulkan harapan akan adanya penemuan menarik lainnya dari situs tersebut. "Kompleksnya bagian timur tidak dapat benar-benar dijangkau, karena bangunan meluas di bawah lingkungan modern," tambahnya.

Dengan penemuan ini, diharapkan akan ada lebih banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap lebih banyak informasi tentang sejarah dan budaya yang pernah ada di wilayah tersebut.