Penemuan Varietas Baru Kedelai Indonesia di Madagaskar: Ikon Sejarah 60 Tahun KAA
Jakarta, Aktual.co — Penemuan varietas baru kedelai asal Indonesia di Madagaskar menjadi momen bersejarah dalam rangka menyambut Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Peringatan 10 Tahun The New Asian-African Strategic Partnership Summit (NAASP).
Kuasa Tetap KBRI Antanarivo, Artanto S Wargadinata, mengungkapkan harapannya agar varietas kedelai yang ditemukan ini diberikan nama yang sesuai menjelang peringatan penting tersebut.
Acara temu lapang yang diadakan di Kompleks Kementerian Pertanian Madagaskar-MINAGRI (FIFAMANOR) di Antsirabe, yang berjarak sekitar 160 km dari ibukota Antananarivo, merupakan hasil kerja sama antara KBRI Antananarivo dan Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI (TAKRI) dengan MINAGRI.
Dalam acara tersebut, hadir pula sejumlah pejabat dan pakar, termasuk Tenaga Ahli Kementan RI Prof Sudaryono dan Dr Heru Kuswantoro, serta Wakil Menteri MINAGRI dan perwakilan dari organisasi terkait.
Acara dimulai dengan kunjungan ke demplot yang menunjukkan uji teknologi bibit kedelai unggul Indonesia, di mana beberapa jenis kedelai tersebut sudah siap untuk dipanen dalam waktu dekat. Varietas kedelai yang diperkenalkan mencakup Wilis, Burangrang, Demas, Argomulyo, Panderman, Ijen, serta varietas baru bagi Madagaskar yaitu Detam (kedelai hitam).
Dr Heru menjelaskan karakteristik dari semua varietas yang diperkenalkan dan prospek penanaman kedelai di Madagaskar. Sementara itu, Prof Sudaryono menyatakan bahwa hasil panen menunjukkan kinerja yang baik dan prospektif.
Setelah tinjauan lapangan, dilanjutkan dengan diskusi yang menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama antara kedua negara, baik secara bilateral maupun regional dalam kerangka IORA dan COI. Rencana kegiatan selanjutnya adalah workshop pada bulan Mei atau awal Juni yang akan membahas pengolahan dan agrobisnis.
Melalui proyek percontohan ini, telah dihasilkan penemuan varietas baru kedelai hasil persilangan antara Indonesia dan Madagaskar. Prof Sudaryono menyebut penemuan ini sebagai monumen hidup bagi kedua negara dan juga untuk tingkat internasional.
Langkah berikutnya adalah diskusi lebih lanjut antara TAKRI dan COFFA (Lembaga Litbang MINAGRI). Artanto S Wargadinata juga menekankan pentingnya dukungan dari kedua Kementerian Pertanian, baik dari Indonesia maupun Madagaskar, serta penamaan varietas kedelai tersebut menjelang peringatan bersejarah.
Penemuan ini mencerminkan semangat Dasa Sila Bandung yang tetap relevan dan merupakan bukti nyata dari implementasi tema peringatan tersebut, yaitu "Penguatan Kerjasama Selatan-Selatan dan Saling Menyejahterakan". KBRI Antananarivo mengusung tema ini melalui program "Indonesia Incorporated to Madagascar: Untuk Kesejahteraan Kedua Bangsa".




