Pengadaan UPS Berharga Tinggi Membuat Lasro Khawatir Terhadap Kinerja Anggarannya
Lasro, yang saat ini menjabat dalam posisi penting di pemerintahan, mengungkapkan keprihatinannya mengenai pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) yang menelan biaya hingga Rp5,8 miliar. Ia merasa bahwa keputusan tersebut dapat merusak pencapaian efisiensi anggaran yang telah ia lakukan, yang berhasil menghemat hingga Rp3,4 triliun.
Dalam situasi ini, Lasro menekankan bahwa setiap pengeluaran harus dipertimbangkan dengan matang, terutama ketika anggaran yang ada telah dikelola dengan baik. Pengadaan barang dengan harga yang dianggap selangit, seperti UPS, menjadi sorotan karena dapat mengganggu kinerja dan reputasi institusi yang ia pimpin.
Lasro berharap agar ke depannya, setiap pengeluaran anggaran dapat diselaraskan dengan prinsip efisiensi dan efektivitas, guna memastikan bahwa sumber daya yang ada digunakan secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.




