Pengurangan Gula di 1.000 Hari Pertama Hidup Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Sumber Foto: Vietnam.vn
Sosial

Pengurangan Gula di 1.000 Hari Pertama Hidup Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal medis bergengsi The BMJ telah mengungkapkan manfaat nyata lain dari gaya hidup rendah gula, bahkan sejak bayi. 1.000 hari pertama kehidupan, dari konsepsi hingga usia dua tahun, telah lama dianggap oleh komunitas medis sebagai periode yang dapat membentuk kesehatan seumur hidup.

Mengurangi konsumsi gula darah di masa kanak-kanak menurunkan risiko stroke sebesar 31% di usia dewasa.

Penelitian ini dilakukan oleh Jiazhen Zheng, seorang mahasiswa PhD di Sekolah Ilmu Hayati dan Teknik Biomedis, Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, bersama dengan rekan-rekannya. Penulis bersama adalah Profesor Gregory YH Lip, seorang ahli jantung ternama di Universitas Liverpool (Inggris) dan direktur Pusat Ilmu Kardiovaskular Liverpool.

Tim peneliti menganalisis data dari lebih dari 63.000 orang dalam basis data nasional UK Biobank, yang saat ini memiliki usia rata-rata 55 tahun dan belum pernah menderita penyakit kardiovaskular sebelumnya.

Keunikan dari penelitian ini terletak pada desainnya. Para ilmuwan memanfaatkan peristiwa bersejarah: berakhirnya sistem penjatahan gula di Inggris pada bulan September 1953.

Selama periode berlakunya kebijakan ini, jumlah gula yang dialokasikan untuk seluruh penduduk, termasuk ibu hamil dan anak-anak kecil, dibatasi hingga kurang dari 40 gram per hari. Anak-anak di bawah usia 2 tahun tidak diperbolehkan mengonsumsi gula tambahan dalam makanan mereka.

Setelah kebijakan tersebut berakhir, konsumsi gula di kalangan penduduk meningkat secara signifikan.

Perubahan ini menciptakan 'eksperimen alami' yang membandingkan orang-orang yang lahir selama periode pembatasan gula dengan mereka yang lahir setelah kebijakan tersebut dicabut.

Tim peneliti memilih 63.433 orang yang lahir antara Oktober 1951 dan Maret 1956. Dari jumlah tersebut, lebih dari 40.000 orang telah terpapar pembatasan gula selama kehamilan dan dalam 1-2 tahun pertama kehidupan mereka.

Menurut analisis yang dipublikasikan, kelompok ini memiliki risiko penyakit kardiovaskular 20% lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak menjalani fase pembatasan. Risiko infark miokard menurun sebesar 25%, gagal jantung sebesar 26%, fibrilasi atrium sebesar 24%, stroke sebesar 31%, dan kematian kardiovaskular sebesar 27%.

Selain itu, kejadian kardiovaskular pada kelompok ini terjadi lebih lambat, rata-rata hingga 2,5 tahun kemudian.

Para penulis menekankan bahwa ini adalah studi observasional berdasarkan data historis. Hasilnya menunjukkan hubungan yang kuat antara pembatasan gula sejak dini dan kesehatan kardiovaskular di kemudian hari, meskipun hubungan sebab-akibat absolut belum dapat dipastikan.

Bagaimana bayi menyerap gula?

Pertanyaan umum yang sering muncul adalah, karena anak-anak di bawah usia 2 tahun biasanya tidak banyak makan permen, dari mana "gula" itu berasal?

Menurut para ahli, bahkan selama kehamilan, janin dipengaruhi oleh pola makan ibu. Gula darah ibu hamil dapat menembus plasenta.

Jika seorang ibu secara teratur mengonsumsi minuman manis, teh susu, minuman ringan, atau makanan ultra-olahan, hiperglikemia yang berkepanjangan dapat memengaruhi pemrograman metabolisme janin.

Pola makan ibu yang membatasi gula selama kehamilan menjadi dasar bagi 1.000 hari pertama kehidupan bayi yang kekurangan gula - Foto: IRC

Setelah lahir, ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat, gula tidak hanya berasal dari permen. Banyak produk yang diiklankan untuk anak kecil, seperti yogurt kemasan, sereal bayi, biskuit bayi, jus buah dalam botol, atau bubur siap pakai, dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah yang signifikan.

Ini adalah sumber gula "tersembunyi" yang terkadang tidak disadari orang tua jika mereka tidak membaca informasi nutrisi dengan cermat.

Para ahli nutrisi kini merekomendasikan untuk tidak memberikan gula kepada anak-anak di bawah usia 2 tahun dan meminimalkan minuman manis selama kehamilan.

Bagi ibu hamil, mengontrol kadar gula darah dan membatasi minuman ringan, bubble tea, dan makanan manis akan membantu mencegah diabetes gestasional dan berkontribusi pada lingkungan metabolisme yang sehat bagi janin.

Saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat, orang tua harus memprioritaskan makanan segar buatan sendiri dan membatasi produk kemasan. Bacalah label bahan dengan cermat, terutama yang berisi istilah seperti 'gula', 'sirup', 'glukosa', 'madu', dan 'maltosa', karena ini dapat membantu mengidentifikasi tambahan gula dalam produk.

Kembali ke topik