Pentingnya Pencegahan Stunting dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Pentingnya Pencegahan Stunting dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

RRI.CO.ID, Surakarta – Stunting bukan sekadar kondisi anak bertubuh pendek, tetapi gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang. Dampaknya meliputi penurunan kecerdasan, lemahnya daya tahan tubuh, hingga produktivitas rendah saat dewasa.

Dalam program Obrolan Siang di RRI Pro 1 Surakarta hari Jumat, 20 Februari 2026 membahas pentingnya pencegahan stunting. Pembahasan tersebut menghadirkan dr. Zherafhenni Praha Elshiana dari RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta sebagai narasumber.

Deteksi dini dilakukan melalui pemantauan rutin di posyandu dengan mengacu pada kurva pertumbuhan (di bawah -2 SD termasuk stunting). Berbeda dengan gizi buruk biasa, stunting disertai gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara dan motorik.

Pencegahan stunting dimulai sejak sebelum kehamilan dan berlanjut selama 1000 Hari Pertama Kehidupan, yakni sejak masa janin hingga anak berusia dua tahun, karena pada periode tersebut pertumbuhan sangat menentukan kualitas kesehatan anak ke depan. “Intervensi gizi itu sangat krusial untuk mencegah stunting,” kata dr. Zhera, seraya menganjurkan ibu hamil mencukupi asupan nutrisi, rutin memeriksakan kehamilan minimal enam kali, mengonsumsi sedikitnya 90 tablet tambah darah, serta memastikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Selain faktor gizi, kondisi lingkungan juga berpengaruh besar, seperti sanitasi buruk, keterbatasan akses air bersih, serta infeksi berulang seperti diare dan cacingan yang dapat menghambat penyerapan nutrisi anak. Karena itu, upaya pencegahan stunting harus melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar secara bersama-sama.

Jika anak sudah terindikasi stunting, perlu rujukan ke dokter spesialis anak untuk intervensi gizi dan terapi perkembangan. Peran keluarga, terutama ayah, sangat penting dalam mendukung ibu dan anak.

dr. Zera juga menekankan konsep 4T dari BKKBN (terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, terlalu dekat jarak kehamilan) sebagai faktor risiko yang harus dihindari. Pesan kunci pencegahan dirangkum dalam ABCDE:

Pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama—keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, dan negara—demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. “Jangan menyepelekan posyandu. Semua harus dikonsultasikan ke petugas kesehatan terdekat,” katanya. (CA)