Perundingan AS-Iran Tanpa Kesepakatan, Ketegangan Militer Meningkat
Sumber Foto: Minanews.net
Internasional

Perundingan AS-Iran Tanpa Kesepakatan, Ketegangan Militer Meningkat

Fakta Baru - Jenewa, MINA – Perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengenai program nuklir Teheran kembali berakhir tanpa kesepakatan, mengakibatkan ketegangan geopolitik meningkat tajam dan ancaman konflik militer semakin nyata di kawasan Timur Tengah.

Pembicaraan terakhir berlangsung di Jenewa, Swiss, sejak Selasa lalu di bawah mediasi Oman, namun kontradiksi kepentingan antara kedua negara menyulitkan tercapainya penyelesaian. MEMO melaporkan, Jumat (27/2).

Iran mengajukan proposal baru kepada AS yang dimaknai sebagai uji “keseriusan” diplomasi, tetapi pemeran di Washington diperkirakan menerima draf itu dengan hati-hati akibat perbedaan pandangan dasar soal hak Iran untuk memperkaya uranium serta pencabutan sanksi ekonomi.

Teheran menegaskan menolak melepaskan hak nuklir damai demi kepentingan domestik, sedangkan AS tetap bersikukuh pada pembatasan ketat atas kegiatan nuklir Teheran.

Baca Juga: Intelijen Jerman Pantau Gerakan Pro-Palestina di Tengah Gelombang Demonstrasi Gaza

Putaran perundingan kali ini terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Laut Arab dan Teluk Persia, termasuk pengerahan armada kapal induk dan jet tempur.

Otoritas AS menyatakan bahwa opsi militer tetap terbuka jika diplomasi gagal, sementara pejabat Iran menekankan kesiapan mereka mempertahankan program nuklir yang dianggap sebagai simbol kedaulatan nasional.

Tingginya ketegangan telah memicu kekhawatiran global, terutama di pasar energi, di mana harga minyak sempat bergejolak akibat kekhawatiran potensi gangguan pasokan di wilayah strategis sekitar Selat Hormuz. Analis pasar menyatakan ketidakpastian politik dan risiko konflik adalah faktor utama yang mendorong volatilitas dalam komoditas energi.

Beberapa negara dan organisasi internasional turut menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan diplomasi.

Baca Juga: Mossad Dilaporkan Lakukan Kunjungan Rahasia ke UEA Saat Perang Iran-Israel

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara khusus menyampaikan harapan bahwa dialog yang dijadwalkan akan ditindaklanjuti dengan upaya deeskalasi demi stabilitas global, sambil menegaskan peran penting badan internasional seperti International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam proses verifikasi dan pengawasan teknis.

Namun para pengamat menyatakan bahwa perbedaan prinsip antara AS dan Iran—terutama soal batasan hak nuklir, penghapusan sanksi, serta hubungan regional Teheran dengan negara tetangga—telah menciptakan jalan buntu dalam negosiasi diplomatik. Ketika opsi militer masih dipertimbangkan oleh pihak AS, kekhawatiran konflik militer yang lebih luas semakin mengemuka di kalangan pengamat internasional.

Perseteruan nuklir AS–Iran telah berlangsung selama beberapa dekade, mencakup pembatalan perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) oleh pemerintahan AS sebelumnya dan respon eskalasi oleh Teheran dalam memperkaya uranium hingga tingkat tinggi.

Ketegangan ini kerap memperburuk hubungan bilateral serta memicu ketidakstabilan di kawasan Teluk Persia. Upaya diplomasi yang digelorakan melalui putaran perundingan, meskipun menunjukkan beberapa kemajuan prinsip, belum berhasil menghentikan perlombaan kekuatan dan ancaman konflik militer yang riil. []

Baca Juga: Tujuh WNI Tewas dalam Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia

Mi’raj News Agency (MINA)

Berita Terkait Lainnya

Kloter 20 Calon Jamaah Haji Kota Jambi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:08 WIB

Kemensos Coret 11.000 Penerima Bansos Imbas Dugaan Terlibat Judol

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:47 WIB

Keutamaan Ilmu dan Janji Derajat Tinggi dari Allah

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:48 WIB

Doa-Doa Pilihan untuk Meraih Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:35 WIB

Mengapa Kita Harus Mencintai Masjidil Aqsa?

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:26 WIB

Intelijen Jerman Pantau Gerakan Pro-Palestina di Tengah Gelombang Demonstrasi Gaza

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:16 WIB

Mossad Dilaporkan Lakukan Kunjungan Rahasia ke UEA Saat Perang Iran-Israel

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:15 WIB

Wabah Malnutrisi Akut pada Anak Gaza Ancaman Ribuan Jiwa

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:59 WIB

Rekomendasi untuk Anda

Internasional

Iran Seret AS ke Arbitrase Den Haag, Tuding Langgar Perjanjian Internasional

8 jam yang lalu

Dunia Islam

Pakistan Kembali Tawarkan Diri Jadi Mediator Dialog AS-Iran

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:25 WIB

Palestina

Israel Larang 2 Tokoh Perlawanan Palestina Masuk Masjid Al-Aqsa

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WIB

Internasional

Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz Pasca Ultimatum Trump

Selasa, 7 April 2026 - 04:10 WIB

Amerika

Trump Ultimatum Iran Harus Buka Selat Hormuz 48 Jam ke Depan

Ahad, 5 April 2026 - 17:13 WIB

Eropa

Kapal Prancis Berhasil Lewati Selat Hormuz Sejak Perang Iran

Sabtu, 4 April 2026 - 07:48 WIB

Muat Lebih Banyak

Eropa

Pasukan Korea Utara Ikut Tampil dalam Parade Hari Kemenangan Rusia

Senin, 11 Mei 2026 - 08:36 WIB

Eropa

Saif Abukeshek Tiba di Barcelona Setelah Dibebaskan Israel

Senin, 11 Mei 2026 - 21:05 WIB

Amerika

Pemerintahan Trump Ajukan Banding demi Selamatkan Tarif 10 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:08 WIB

Amerika

AS Lepas Cadangan Minyak Strategis demi Stabilkan Pasar Global

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:37 WIB

Internasional

AS Konfirmasi Israel Kririm Baterai Iron Dome dan Tentara ke UEA

11 jam yang lalu

Pria di Gaza Ini Tinggalkan Makanan di Kulkas Saat Hendak Mengungsi

Jumat, 5 Juli 2024 - 15:30 WIB

Gantz: Netanyahu Halangi Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Rabu, 3 Juli 2024 - 15:23 WIB

Pesawat Tak Berawak Israel Bunuh Dua Warga Palestina

Selasa, 2 Juli 2024 - 15:19 WIB

Zionis Israel Masih Terus Membombardir Jalur Gaza

Senin, 1 Juli 2024 - 15:13 WIB