Polda Kalteng Lakukan Penyelidikan Terhadap Temuan Serpihan Diduga Bangkai Pesawat di Kumai
Palangka Raya – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) akan segera melakukan penyelidikan terhadap penemuan sejumlah serpihan benda yang diduga merupakan bangkai pesawat. Temuan ini berada di perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa benda tersebut berbentuk setengah tabung dengan panjang sekitar delapan meter dan diameter sekitar lima meter. Serpihan ini terdiri dari bahan fiber dan sejenis aluminium, yang diduga merupakan bagian dari pesawat terbang.
Hendra menjelaskan, temuan lainnya juga mencakup beberapa barang pendukung yang berupa komponen elektronik dengan kode YF 19-46TJa WFC dan YF 19-46TJa WFC2. Selain itu, ditemukan juga pelampung dan wearpack dengan merk YUAN WANG HAI PANAMA di lokasi yang berbeda, berjarak sekitar 500 meter dari tempat serpihan tersebut ditemukan.
Penemuan ini bermula saat seorang warga bernama Arfandi yang sedang memancing bersama keluarga pada hari Jumat (1/1) melihat benda mencurigakan. Keesokan harinya, mereka kembali untuk memeriksa dan memastikan bahwa benda tersebut benar adalah serpihan yang diduga berasal dari pesawat.
Hendra menambahkan bahwa tim yang ditugaskan untuk menangani penemuan ini telah berkoordinasi dengan PT. Kumai Sentosa. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan posko jika diperlukan. Lokasi posko yang diusulkan terletak di halaman kantor PT Kumai Sentosa, yang dapat digunakan sebagai helipad dengan koordinat 3°26,3′ S – 111°49′ T.
Di lokasi penemuan, kondisi pantai dasar memiliki kedalaman antara 60 hingga 140 centimeter saat surut. Rute terdekat menuju lokasi tersebut dapat diakses melalui teluk keramat PT Kumai Sentosa, dan dilanjutkan menggunakan klotok milik perusahaan.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polda Kalteng, Pos AL Kumai, Satpolairut Polres Kobar, Kantor Syahbandar, serta Otoritas Pelabuhan wilayah Kalteng, bersama masyarakat setempat bergotong royong untuk mengamankan lokasi penemuan serpihan yang diduga bangkai pesawat tersebut.




