Polisi di Luwu Bangun Masjid sebagai Wujud Bakti kepada Orang Tua
Fakta Baru - PALOPO–Sebuah masjid berdiri di perbatasan dua desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu siang. Masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol bakti seorang anak kepada orang tuanya. Seorang anggota polisi dari Polres Luwu membangunnya dari dana pribadi sebagai amal jariah yang diharapkan tak pernah terputus.
Di gerbang perbatasan Desa Pabbaresseng dan Desa Tanarigella, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, berdiri Masjid Nur Nadimah. Bangunan ini menjadi penanda baru di wilayah yang dahulu dikenal sunyi dan gelap saat malam hari.
Masjid bercat putih dengan lengkung khas arsitektur Islam modern tersebut memiliki ukuran 18 x 12 meter dan dibangun secara bertahap sejak tahun 2019. Penggagasnya adalah Aiptu Muhammad Sakrawi, Kaur Mintu di Polres Luwu, yang melihat kebutuhan warga akan tempat ibadah yang lebih dekat dan mudah diakses.
Jarak antar masjid di dua desa tersebut terbilang cukup jauh, terutama bagi lansia dan anak-anak. Namun bagi Sakrawi, alasan membangun masjid ini bukan hanya soal kebutuhan sosial, melainkan juga wujud bakti kepada orang tua.
Nama Masjid Nur Nadimah diambil dari gabungan nama kedua orang tuanya, Nurdin dan Nadimah. Sebagian dana pembangunan berasal dari tabungan peninggalan orang tuanya yang seluruhnya ia wakafkan untuk pembangunan masjid.
Secara arsitektur, masjid ini mengusung gaya Islam modern minimalis. Deretan lengkung runcing di teras depan menjadi ciri khas, sementara dinding putih polos dan kubah kecil di bagian atas menghadirkan kesan sederhana namun sakral.
Kehadiran masjid ini turut membawa perubahan sosial. Kawasan yang sebelumnya kerap dijadikan tempat berkumpul untuk hal-hal kurang bermanfaat, kini menjadi lebih terang, ramai, dan dipenuhi kegiatan keagamaan.
Sebagai anggota polisi, Sakrawi mengaku mendapat dukungan dari pimpinan untuk membagi waktu antara tugas negara dan pembangunan masjid. Ke depan, ia berencana membangun tempat khusus mengaji bagi anak-anak di sekitar masjid agar manfaat Masjid Nur Nadimah terus mengalir bagi generasi berikutnya.
Di tanah yang diyakini sebagai salah satu titik awal masuknya Islam di jazirah Sulawesi, Masjid Nur Nadimah kini berdiri sebagai monumen cinta dan bakti.
Setiap azan yang berkumandang menjadi doa yang tak terputus untuk orang tua yang telah tiada, sekaligus untuk masyarakat yang kian erat dalam jalinan silaturahmi. (nada)




