Potensi Emas Tersembunyi di Pulau Bali, Menurut IAGI
Denpasar, Aktual.co — Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi Bali, I Ketut Ariantana, mengungkapkan temuan yang menarik mengenai potensi sumber daya alam di Pulau Bali. Berbeda dengan pandangan umum yang menyatakan bahwa Bali hanya memiliki potensi di sektor pariwisata, Ariantana menyatakan bahwa ada kemungkinan Pulau Seribu Pura ini menyimpan emas di dalam tanahnya.
“Di Bali ditemukan emas itu mungkin. Namun, potensi ini dianggap tidak ekonomis, karena penelitian yang diperlukan memerlukan dana yang cukup besar. Selain itu, potensi emas yang ada juga cukup kecil,” ungkap Ariantana dalam acara Gathering Media yang berlangsung di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, pada Kamis (30/4).
Secara geologis, Ariantana menjelaskan bahwa tanah Bali memiliki karakteristik yang memungkinkan adanya kandungan emas. “Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan. Kemungkinan lokasi keberadaan emas ini terlalu dalam untuk dapat diakses,” tambahnya.
Indikasi keberadaan emas di Bali juga pernah ditemukan melalui penemuan batu yang berasosiasi dengan pirit (pyrite) di Kabupaten Karangasem. “Penemuan batu tersebut bisa jadi merupakan indikasi bahwa Bali menyimpan emas,” kata Ariantana.
Walaupun demikian, ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengeksplorasi potensi ini. “Pirit yang ditemukan tidak banyak. Belum ada penelitian maupun eksplorasi yang dilakukan,” ujarnya.
Ariantana juga menambahkan bahwa secara geografis, kemungkinan adanya emas di Bali tidak bisa dipandang sebelah mata. “Jika kita melihat rangkaian pulau, memang ada potensi. Pulau-pulau lain seperti Jawa, Lombok, dan Sumbawa sudah memiliki temuan emas. Namun, perlu diingat bahwa pembentukan Pulau Bali lebih muda dibandingkan pulau-pulau tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa untuk terbentuknya emas dibutuhkan waktu yang sangat lama, bisa mencapai puluhan juta tahun. Sementara itu, Pulau Bali sendiri baru terbentuk sekitar 15 juta tahun yang lalu.




