Prasangka Baik: Energi Positif dalam Kehidupan
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Prasangka Baik: Energi Positif dalam Kehidupan

Fakta Baru - RRI.CO.ID, Banda Aceh - Konsep Law of Attraction (Hukum Ketertarikan) yang populer di negara-negara Barat lewat berbagai literatur pengembangan diri, sejatinya telah lama diajarkan dalam agama Islam. Konsep ini sejalan dengan makna hadis qudsi yang berbunyi, "Aku sesuai prasangka hamba-Ku." Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan Biro Muslimah DDI Aceh, Ika Puspita Yuda, dalam perbincangan di program siaran RRI Banda Aceh Pro 2, Jumat 27 Februari 2026.

Ika menjelaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini pada dasarnya adalah energi. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk selalu memberikan dan memancarkan vibrasi yang positif dalam menjalani kehidupan.

"Positif akan menarik yang positif, negatif akan menarik yang negatif. Pikiranmu adalah takdirmu. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan kita dapatkan," ungkap Ika.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena masyarakat yang kerap berkiblat pada program atau literatur dari luar negeri mengenai cara meraih keberlimpahan. Padahal, melalui Al-Qur'an dan hadis, Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berprasangka baik (husnuzan).

Menurut Ika, kurangnya literasi dan pemahaman umat terhadap ajaran agamanya sendiri membuat sebagian orang merasa produk pemikiran Barat jauh lebih baik.

"Tidak perlu kita melirik program-program yang dibuat oleh Barat. Allah sudah menceritakan bahwa apa-apa yang baik itu akan menarik hal-hal yang baik juga. Salah satu wujudnya adalah anjuran untuk berkata baik atau diam," tegasnya.

Sebagai penutup, Ika memberikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang meragukan cuaca atau memiliki firasat buruk terhadap sesuatu, hal negatif tersebut sering kali benar-benar terjadi beberapa saat kemudian. Ia menekankan bahwa hal tersebut merupakan akibat langsung dari sebuah prasangka.