Puasa Ramadan: Membangun Empati dan Solidaritas Sosial
Ramadan
Banten
Oleh - Muntibi,
Editor - Dendy Fachreinsyah
RRI.CO.ID, Serang - Ibadah puasa Ramadan tidak hanya bertujuan membentuk ketakwaan personal, tetapi juga mendidik empati dan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Puasa mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.
Pengurus PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banten, Ustaz Ali Rohman menegaskan, perintah puasa dalam Al-Qur’an bertujuan membentuk pribadi bertakwa yang memiliki kepekaan sosial. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk kesadaran bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar,” katanya dalam program Mutiara Ramadan di Pro 1 RRI Banten, Jumat, 27 Februari 2026.
Baca juga: Ramadan Momentum Perkuat Kepedulian Sosial Umat
Menurutnya, Ramadan disebut sebagai sayyidus syuhur atau rajanya bulan karena di dalamnya terdapat keistimewaan berupa turunnya Al-Qur’an dan limpahan rahmat Allah. Keistimewaan tersebut seharusnya mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, terutama berbagi kepada sesama.
Ia mengutip ajaran Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa iman seseorang belum sempurna jika ia kenyang sementara tetangganya kelaparan. Prinsip ini, kata Ustaz Ali, menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk aktif membantu orang-orang yang membutuhkan.
“Kalau kita punya harta, bersedekahlah dengan harta. Kalau punya ilmu, berbagi dengan ilmu. Kalau punya tenaga dan pikiran, bantu dengan tenaga dan pikiran,” ujarnya.
Ustaz Ali juga menjelaskan bahwa berbagi kepada kelompok rentan seperti fakir miskin, anak yatim, dan kaum difabel memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah. Bahkan, berbagi kepada kerabat yang membutuhkan disebut memiliki keutamaan berlipat karena mengandung unsur sedekah dan silaturahmi.
Baca juga: Puasa Bangun Empati dan Kepedulian Sosial
Ia menambahkan, gerakan berbagi yang dilakukan secara masif selama Ramadan berpotensi menjadi solusi nyata dalam menekan angka kemiskinan. Ketika zakat, infak, dan sedekah dijalankan sebagai budaya, kesejahteraan sosial akan lebih mudah terwujud. Melalui Ramadan, Ustaz Ali mengajak umat Islam menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari ibadah. Dengan demikian kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Islam menolak sikap individualistis dan monopoli harta. Kekayaan harus memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
empati Puasa Ramadan sosial




