Ramadan: Bulan Pendidikan dan Pembinaan Karakter Umat
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Ramadan: Bulan Pendidikan dan Pembinaan Karakter Umat

RRI.CO.ID, Palembang - Bulan suci Ramadan bukan sekadar momen menjalankan ibadah ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah kehidupan atau "Syahrut Tarbiyah" (bulan pendidikan) bagi umat Muslim. Hal ini ditegaskan oleh Ustaz Aryadi dan Ustaz Kusnaidi dalam program siaran "Tauladan" di RRI Pro 2 Palembang, Minggu, 22 Februari 2026.

Ustaz Aryadi menjelaskan, Ramadan Syahrut Tarbiyah artinya bulan pendidikan atau pembinaan. Ini adalah momen di mana Allah SWT mendidik hambaNya secara langsung untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.

"Di bulan ini, kita dididik untuk merasakan perjuangan kaum duafa. Harapannya, kita menjadi lebih peka dan peduli terhadap sesama," ujar Ustaz Aryadi.

Selain nilai sosial, Ustaz Aryadi juga menyoroti pentingnya pendidikan kejujuran. Menurutnya, puasa adalah ibadah yang sangat personal di mana kejujuran seseorang diuji secara langsung oleh Allah, karena seseorang bisa saja berpura-pura puasa di depan orang lain namun makan secara sembunyi-sembunyi.

Senada dengan hal tersebut, Ustaz Kusnaidi menambahkan bahwa Ramadan memiliki "kurikulum" tersendiri yang bertujuan akhir membentuk pribadi yang bertakwa (la’allakum tattaquun).

"Jika sekolah memiliki ujian dan kelulusan, maka Ramadan pun demikian. Kelulusan kita diuji dari seberapa istikamah kita setelah Ramadan berakhir," jelas Ustaz Kusnaidi.

Ustaz Kusnaidi juga memberikan tips praktis bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di era digital saat Ramadan, seperti fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan gangguan media sosial saat beribadah. Ia menyarankan penggunaan mushaf Al-Qur'an fisik daripada aplikasi di ponsel untuk menghindari gangguan notifikasi, serta melakukan "puasa gadget" dengan membatasi durasi penggunaan media sosial agar fokus ibadah tetap terjaga.

Ustaz Ariyadi dan Kusnaidi menekankan bahwa indikator keberhasilan pendidikan di bulan Ramadan adalah adanya perubahan perilaku yang menetap (istiqomah). Pendidikan takwa yang mengajarkan rasa selalu diawasi oleh Allah (muraqabah) diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan Ramadan usai, agar seseorang tidak kembali ke "setelan pabrik" atau kebiasaan buruk yang lama.