Ramadan: Tiga Fase Penting dalam Refleksi Kehidupan Muslim
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Ramadan: Tiga Fase Penting dalam Refleksi Kehidupan Muslim

Fakta Baru - RRI.CO.ID, Banjarmasin – RRI Pro1 Banjarmasin menyiarkan langsung Kuliah Subuh dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Mujiburrahman, M.A., sebagai penceramah.

Dalam tausiahnya, Prof. Mujiburrahman mengangkat tema “Menutup Fase Rahmat, Sudahkah Kita Merasakan Kasih Sayang-Nya?”. Tema ini mengajak jemaah merefleksikan makna Ramadan dalam kehidupan.

Ia mengingatkan pentingnya bersyukur karena masih diberi kesempatan beribadah di Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, tidak semua orang dapat kembali bertemu bulan suci pada tahun ini.

Prof. Mujiburrahman juga menjelaskan hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dan Al-Baihaqi tentang tiga fase Ramadan. Ia menyebut awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.

“Awal Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka,” kata Prof. Mujiburrahman. "Setiap fase harus diisi dengan kesungguhan ibadah dan pengendalian diri."

Lebih lanjut, ia menguraikan konsep waktu yang memanjang dan melingkar sebagai gambaran perjalanan hidup manusia. Ramadan, menurutnya, menjadi ruang refleksi dari satu siklus ke siklus berikutnya.

“Ramadan adalah perjalanan waktu yang terus berjalan sekaligus berulang setiap tahun,” ujarnya. “Karena itu, Ramadan menjadi momen untuk merenungkan apa yang sudah dan belum kita perbaiki dalam hidup.”

Prof. Mujiburrahman menekankan pentingnya mengendalikan hawa nafsu, baik dalam urusan perut, harta, jabatan, maupun popularitas. Ramadan harus dijadikan momentum beramal saleh agar menjadi pribadi yang beriman dan bermanfaat bagi sesama.