Ritme Kehidupan Warga Makkah Selama Ramadhan: Aktifitas Dimulai Setelah Zuhur
Sumber Foto: Pikiran Rakyat Jateng
Sosial

Ritme Kehidupan Warga Makkah Selama Ramadhan: Aktifitas Dimulai Setelah Zuhur

PR JATENG - Jika di Indonesia, siang hari selama Ramadhan masih dipenuhi aktivitas kerja dan sekolah , pemandangan berbeda justru terlihat di Kota Makkah, Arab Saudi. Di kota suci bagi umat Islam ini, kehidupan seperti “ditunda” menunggu matahari mulai turun.

Selama Ramadhan, ritme hidup warga Makkah berubah total. Siang hari bukan waktu produktif, melainkan waktu istirahat. Sebaliknya, aktivitas utama justru dimulai setelah zuhur dan mencapai puncaknya pada malam hari.

Banyak warga memilih tidur setelah sahur dan salat subuh. Kompleks perumahan pun menjadi sunyi. Jalanan kosong, toko tutup, dan hampir tidak ada aktivitas.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Puasa benar-benar dijalani dengan fokus penuh. Warga menghemat energi di siang hari agar tetap kuat menjalani ibadah hingga malam.

Tempat kerja pun mengikuti pola ini. Minimarket, misalnya, baru buka setelah zuhur dan beroperasi hingga sekitar pukul 12 malam. Jam kerja yang bergeser ini sudah menjadi hal biasa setiap Ramadhan.

“Dulu waktu pertama kerja di minimarket, saya kaget. Bukanya setelah zuhur, bukan pagi seperti biasa,” cerita seorang pekerja yang pernah merasakan langsung ritme kerja di Makkah.

Sekolah juga ikut diliburkan, membuat suasana siang semakin lengang. Aktivitas publik benar-benar minim.

Namun, suasana berubah drastis menjelang berbuka.