SKK Migas Lakukan Validasi Potensi Gas di Blok Andaman
Sumber Foto: Aktual.com
Temuan Aktual

SKK Migas Lakukan Validasi Potensi Gas di Blok Andaman

Jakarta, SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) memfokuskan perhatian untuk memvalidasi potensi gas yang ditemukan di Blok Andaman, yang terletak sekitar 100 kilometer dari Sumatera bagian utara. Langkah ini diambil untuk mengonfirmasi besaran cadangan gas dan kondensat di wilayah kerja tersebut, guna mencegah munculnya spekulasi di masyarakat.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, menegaskan bahwa informasi mengenai penemuan gas yang signifikan ini memberikan harapan bagi industri hulu migas di Indonesia. Oleh karena itu, percepatan proses eksplorasi dan produksi diharapkan dapat segera dilakukan, mengingat gas dipandang sebagai sumber energi utama bagi Indonesia.

"Proses pembuktian dan validasi besaran cadangan gas dan kondensat sangat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan langkah-langkah dan pembangunan infrastruktur pendukung untuk percepatan onstream," ujar Hudi dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Senin, 8 Januari 2024.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy, dari Uni Emirat Arab, pada akhir tahun 2023 mengumumkan penemuan cadangan gas bumi di Wilayah Kerja South Andaman dengan potensi lebih dari 6 Triliun Kaki Kubik (TCF). Penemuan gas ini berasal dari sumur eksplorasi Layaran-1, yang merupakan hasil dari lelang wilayah kerja migas pada tahun 2018 dan ditandatangani kontraknya pada Februari 2019.

Namun, Hudi menyayangkan adanya informasi yang tidak akurat dan spekulatif terkait penemuan ini. Beberapa informasi keliru menyebutkan bahwa cadangan yang ditemukan adalah minyak dengan potensi miliaran barel. Terkait hal ini, Hudi menekankan pentingnya meluruskan informasi yang dapat menyesatkan masyarakat, khususnya di Aceh.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), total sumber daya di area Andaman diperkirakan mencapai 4.965 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE). Saat ini, terdapat dua konsorsium besar KKKS yang beroperasi di wilayah tersebut, yaitu Harbour Energy dan Mubadala Energy.

Proses eksplorasi di South Andaman masih dalam tahap awal. Mubadala Energy tengah menjalankan serangkaian pengujian, termasuk analisis inti dan analisis fluida, sebelum menyusun Penentuan Status Eksplorasi (PSE) yang berfungsi sebagai dasar rencana pengembangan (Plan of Development/PoD).

Hudi menambahkan bahwa kebutuhan infrastruktur, termasuk pembangunan kilang LNG, akan ditentukan setelah PoD selesai. "Secara umum, penemuan gas ini memang memerlukan infrastruktur untuk dapat dikomersialkan," jelasnya.

Dalam kunjungan resmi ke Kementerian ESDM pada 5 Januari 2024, Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, menyampaikan perkembangan terkini mengenai kegiatan operasional dan kerjasama di bidang panas bumi. Ia menegaskan bahwa penemuan ini merupakan bagian dari komitmen Mubadala Energy untuk mendukung target produksi Indonesia tahun 2030, yang mencakup 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari.

"Indonesia memiliki potensi luar biasa terkait cadangan migas, penemuan ini sangat patut disyukuri dan diharapkan dapat mendukung target produksi tahun 2030," ungkap Abdulla.

Mubadala Energy berencana untuk mempercepat proses menuju onstream, dan berharap proyek South Andaman dapat mulai beroperasi pada tahun 2030. Abdulla menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan rencana tersebut.

Abdulla juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil pemerintah dalam memperbaiki kepastian hukum dan syarat fiskal yang mendukung kegiatan usaha hulu migas. Ia menambahkan bahwa Indonesia menjadi salah satu fokus investasi perusahaan, terutama dalam hal energi bersih seperti gas bumi.

SKK Migas adalah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat maksimal bagi negara dan rakyat.