Teknologi ISAC Ubah Smartphone Jadi Sensor Radar Deteksi Bahaya
Fakta Baru - KABARMEGAPOLITAN.com - Menurut laporan TechRadar pada 2 Maret, teknologi baru bernama Integrated Sensing and Communication (ISAC) berpotensi mengubah smartphone biasa menjadi sensor mirip radar yang mampu mendeteksi objek di sekitar secara real-time, bahkan tanpa koneksi internet.
Operator telekomunikasi Vodafone bersama Tiami Networks saat ini tengah menguji teknologi tersebut untuk mengeksplorasi bagaimana smartphone dapat memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya di sekitar pengguna.
Teknologi ini juga berpotensi digunakan untuk memantau area padat penduduk, mendeteksi penyusup, hingga mendukung kebutuhan industri dan lingkungan.
Sistem ISAC bekerja menggunakan sinyal pulsa berbasis pantulan (echo), mirip teknologi ekolokasi yang digunakan kelelawar untuk bernavigasi di tempat gelap.
Dengan pendekatan ini, jaringan komunikasi seluler dapat “memvisualisasikan” lingkungan sekitar tanpa memerlukan perangkat keras tambahan.
Secara teori, pengguna dapat menerima peringatan terkait kerumunan, potensi bahaya, atau situasi berisiko hanya melalui perangkat mereka. Teknologi ini juga memungkinkan sektor industri dan fasilitas publik memantau penyusup, drone ilegal, maupun risiko lingkungan.
Potensi Penggunaan yang Sangat Luas
Penggunaan ISAC tidak hanya terbatas pada keamanan. Teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk:
Melacak bencana alam
Memantau ternak
Memberikan informasi real-time di area sulit dijangkau
Membantu pembuatan peta 3D dengan kacamata pintar
Mendeteksi makanan terkontaminasi
Membantu robot mengenali gestur manusia
ISAC diprediksi menjadi teknologi inti dalam jaringan 6G yang diperkirakan hadir sekitar 2030. Namun menariknya, teknologi ini sudah dapat berjalan menggunakan infrastruktur 5G yang ada saat ini.
Uji Coba Berhasil Tanpa Ganggu Jaringan
Vodafone dan Tiami Networks melakukan pengujian di pusat riset dan pengembangan Vodafone di Malaga, Spanyol. Uji coba menggunakan software PolyRAN milik Tiami untuk mengubah base station menjadi sensor area luas.
CEO Tiami Networks, Amitav Mukherjee, menjelaskan bahwa visi PolyRAN adalah menghadirkan implementasi ISAC semudah mengaktifkan aplikasi di jaringan 5G, tanpa mengganggu layanan komunikasi yang sudah berjalan.
Dalam pengujian tersebut, jaringan 5G berhasil mendeteksi objek yang tidak terhubung ke internet, bahkan keberadaan manusia, secara real-time tanpa memengaruhi layanan telepon, pesan, atau penggunaan data.
Hal ini menunjukkan bahwa teknologi ISAC dapat diadopsi secara luas tanpa perlu mengganti infrastruktur jaringan secara besar-besaran.
Pengujian juga menunjukkan kompatibilitas antara perangkat keras dan perangkat lunak dari berbagai vendor melalui standar Open Radio Access Network (Open RAN). Dengan pendekatan ini, operator dapat menambahkan kemampuan sensor baru melalui pembaruan software tanpa harus mengganti perangkat mahal.
Ke depannya, teknologi ini memungkinkan base station berfungsi sebagai platform komputasi pintar yang tidak hanya menyediakan layanan komunikasi, tetapi juga melakukan pemantauan lingkungan secara real-time.
Jika berhasil dikembangkan secara luas, ISAC berpotensi mengubah peran smartphone dan jaringan seluler menjadi sistem pemantauan cerdas yang meningkatkan keamanan serta efisiensi di berbagai sektor.***




