Tim Geologi Lakukan Penggalian di Situs Wajakensis, Tulungagung
Tulungagung, Jawa Timur – Tim ahli geologi dari Museum Geologi Bandung melakukan penggalian di Situs Wajak-2 yang terletak di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Lokasi ini diyakini sebagai tempat penemuan fosil manusia purba pertama di Indonesia, Homo Wajakensis, yang ditemukan pada tahun 1890-an.
Ketua tim eskavasi, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa pemilihan Situs Wajak-2 didasarkan pada keyakinan bahwa lokasi ini adalah tempat penemuan fosil Homo Wajakensis yang sesungguhnya. "Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meluruskan sejarah yang mempersepsikan bahwa lokasi penemuan fosil wajakensis itu ada di situs Wajak-1," jelasnya saat proses penggalian berlangsung pada Sabtu, 30 April.
Tim yang terdiri dari Iwan dan tujuh peneliti lainnya tiba di Tulungagung pada 28 April dan mulai melakukan eskavasi pada 30 April. Mereka menggali di titik lokasi bawah tebing batuan karst yang diyakini sebagai Situs Wajak-2.
Iwan mencatat bahwa pada Februari 2015, timnya bekerja sama dengan peneliti dari Belanda dan menemukan keberadaan Situs Wajak-2, yang sebelumnya tidak dikenal oleh masyarakat luas sebagai lokasi penemuan fosil Homo Wajakensis oleh Eugene Dubois. Penemuan ini diperkuat oleh peneliti Belanda, Jhon de Vorst, yang mencocokkan dokumen foto dan sketsa penelitian Dubois yang tersimpan di Museum Paleontologi, Leiden University, Belanda.
Hasil pencocokan tersebut menunjukkan bahwa Situs Wajak-2, yang berjarak sekitar dua kilometer dari Situs Wajak-1, identik dengan sketsa dan foto lokasi penemuan fosil Homo Wajakensis. "Sejak 1932 hingga 1982, situs Wajak dinyatakan hilang karena tidak ada penelitian lebih lanjut setelah Dubois, hingga akhirnya ditemukan kembali oleh Jhon De Vorst pada 1985," tambah Iwan.
Meski penggalian telah berlangsung dari pukul 07.30 WIB hingga 13.00 WIB, hingga saat ini belum ada temuan signifikan. Iwan menyebutkan bahwa pada tahun 2015, penggalian di sekitar Situs Wajak-2 berhasil menemukan fosil tulang kura-kura, gigi rusa, dan gigi landak pada kedalaman 130 centimeter dari permukaan tanah.
Proses eskavasi di Situs Wajak-2 diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu hingga sepuluh hari ke depan. Tim geologi berharap dapat menemukan sisa-sisa fosil yang mungkin belum teridentifikasi oleh Eugene Dubois, serta meluruskan pemahaman mengenai situs Wajakensis yang sempat menjadi misteri dalam sejarah.




