Transformasi Posyandu di Tangerang Selatan Melayani Semua Siklus Kehidupan
Fakta Baru - Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Transformasi ini menjadikan Posyandu tidak hanya melayani ibu dan balita, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat dari berbagai siklus kehidupan.
Awal Kejadian
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan perubahan ini dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu di Kecamatan Pondok Aren. Menurutnya, penguatan kapasitas kader merupakan langkah strategis untuk mendukung pencapaian target pembangunan daerah, termasuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat menjadi 76 tahun, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Perkembangan
Benyamin menjelaskan bahwa Posyandu kini telah berkembang dari peran awalnya, yang identik dengan penimbangan balita, menjadi lembaga yang mendampingi masyarakat dari masa kehamilan hingga lanjut usia. Ia menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan harapan hidup masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, menambahkan bahwa transformasi Posyandu mengacu pada enam SPM, mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan ketenteraman serta ketertiban umum. Posyandu kini berfungsi sebagai lembaga kemasyarakatan dan mitra kelurahan dalam menjalin komunikasi antara warga dan pemerintah.
Kondisi Terakhir
Allin juga menjelaskan bahwa layanan kesehatan tetap menjadi prioritas di Posyandu, sementara lima bidang lainnya lebih fokus pada pendataan, koordinasi, dan fasilitasi. Kader Posyandu berperan aktif dalam membantu warga yang membutuhkan bantuan sosial atau penanganan penyakit, sehingga informasi dapat diteruskan kepada instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.




