Tren Menu Berbuka Puasa di Padang: Dari Tradisional hingga Kekinian
Sumber Foto: Top Satu
Lifestyle

Tren Menu Berbuka Puasa di Padang: Dari Tradisional hingga Kekinian

PADANG – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana berburu takjil hingga menyiapkan hidangan utama mulai terasa di berbagai sudut Kota Padang. Tidak hanya soal rasa, tren menu berbuka kini juga dipengaruhi oleh tampilan yang menarik dan cocok dibagikan di media sosial. Remaja di Padang pun semakin kreatif memilih sajian, mulai dari yang tradisional hingga kekinian. Tahun 2026, menu berbuka cenderung mengutamakan rasa segar, porsi seimbang, dan tampilan sederhana namun menggugah selera. Berikut lima inspirasi menu “Dari Takjil Hingga Hidangan Utama” yang banyak diminati remaja di Padang.

Kurma dan Minuman Segar sebagai Pembuka

Berbuka puasa diawali dengan yang manis. Kurma tetap menjadi pilihan utama, dipadukan dengan minuman segar seperti es buah, es timun suri, atau es kelapa muda. Rasanya yang manis dan menyegarkan membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Kolak dan Bubur Manis Tradisional

Menu klasik seperti kolak pisang dan bubur sumsum masih menjadi favorit. Kuah santan yang gurih dan aroma pandan yang harum menghadirkan cita rasa khas Ramadhan yang selalu dirindukan setiap tahun.

Gorengan Hangat yang Menggoda

Tahu isi, bakwan, risoles, hingga pastel menjadi pelengkap takjil yang sulit dilewatkan. Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam membuat suasana berbuka semakin nikmat, apalagi disantap selagi hangat.

Setelah salat Maghrib, hidangan utama seperti nasi hangat dengan ayam goreng, rendang, atau gulai mulai tersaji. Tak sedikit pula yang memilih menu berkuah seperti sop atau sate sebagai variasi berbuka bersama keluarga.

Tren menu berbuka 2026 di Kota Padang menunjukkan bahwa generasi muda tetap mempertahankan cita rasa tradisional, namun tidak ragu memadukannya dengan sentuhan modern. Dari takjil sederhana hingga hidangan utama yang mengenyangkan, momen berbuka bukan hanya tentang melepas lapar, tetapi juga tentang kebersamaan dan rasa syukur di bulan suci Ramadhan. (Helda Hanum Firta)