Trump Perintahkan Rilis Dokumen UFO, Pentagon: Belum Ada Bukti Alien
Batampos - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump perintahkan jajarannya mulai merilis dokumen terkait UFO dan kemungkinan keberadaan alien serta kehidupan ekstraterestrial, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Langkah ini kembali memantik perhatian publik terhadap isu yang telah memicu rasa penasaran dan berbagai teori selama lebih dari puluhan tahun.
Melalui unggahannya di platform Truth Social, Trump meminta Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan sejumlah kepala lembaga federal untuk memulai proses identifikasi dan pelepasan seluruh berkas yang relevan terkait alien ini.
Meski demikian, belum jelas dokumen apa saja yang akan dibuka ke publik dan informasi apa yang terkandung di dalamnya. Selama beberapa dekade, Pentagon telah melacak laporan terkait fenomena yang kini dikenal sebagai Unidentified Aerial Phenomena (UAP) ini.
Dalam laporan 2024 lalu, kantor investigasi militer Amerika menegaskan tidak ada bukti bahwa penyelidikan pemerintah terhadap UAP pernah mengonfirmasi keberadaan kehidupan ekstraterestrial tersebut.
Sebagian besar laporan UAP, menurut militer, dapat dijelaskan sebagai burung, balon, drone, satelit, atau fenomena umum lainnya. Namun, sejumlah kasus masih belum terpecahkan.
Respons terhadap Pernyataan Obama
Pengumuman Trump muncul beberapa hari setelah mantan Presiden Barack Obama memicu perhatian publik lewat pernyataannya dalam sebuah podcast yang menyinggung kemungkinan keberadaan alien.
Obama kemudian mengklarifikasi bahwa selama menjabat di Gedung Putih, ia tidak pernah melihat bukti adanya kontak antara manusia dan makhluk luar angkasa. Ia menyatakan keyakinannya lebih didasarkan pada probabilitas statistik, mengingat luasnya alam semesta.
Menanggapi hal tersebut, Trump mengatakan dirinya belum yakin apakah alien benar-benar ada. Namun ia menilai Obama membuat kesalahan besar dan mengungkap informasi rahasia.
“Saya mungkin bisa menyelamatkannya dari masalah dengan mendeklasifikasi,” ujar Trump seperti dilansir dari CBS News, Jumat (20/2/2026) sore ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat publik terhadap UAP meningkat signifikan. Ratusan laporan dari pilot dan personel militer yang mengaku melihat objek tak dikenal di udara mendorong anggota Kongres AS mendesak Pentagon melakukan investigasi lebih lanjut, terutama terkait potensi ancaman terhadap keselamatan dan keamanan nasional.
Tahun lalu, seorang anggota DPR dari Partai Republik merilis video whistleblower yang memperlihatkan rudal Amerika Serikat menghantam objek bercahaya tak dikenal di langit dan tampak memantul.
Dalam laporan lainnya, seorang mantan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat juga mengungkapkan kepada program televisi bahwa ia kerap melihat objek bergerak cepat di wilayah udara terbatas.
Meski banyak kasus telah dijelaskan secara rasional, sebagian laporan masih menyisakan tanda tanya.




