H. Syamsuddin: Ramadan Sebagai Momentum Perbaikan Iman dan Akhlak
Fakta Baru - RRI.CO.ID, Merauke : Renungan berbuka puasa di Pro 1 RRI Merauke, Senin 23 Februari 2026, menghadirkan narasumber H. Syamsuddin Syukuri, Lc., M.Pd. Dalam renungan bertema “Manifestasi Iman: Hubungan antara Tauhid dan Perilaku Sehari-hari”, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas iman dan akhlak.
Dalam renungannya, H. Syamsuddin menegaskan bahwa tauhid merupakan pondasi utama seluruh aspek kehidupan seorang muslim. Ia menjelaskan, seluruh nabi diutus dengan misi yang sama, yakni mengajak manusia menyembah Allah dan menjauhi kemusyrikan.
Ia juga menjelaskan bahwa iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah mencakup keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan, serta amal perbuatan. Ketiganya, kata dia, tidak dapat dipisahkan dan akan bertambah dengan ketaatan serta berkurang karena kemaksiatan.
H. Syamsuddin juga mengutip pandangan para ulama yang menegaskan keterkaitan erat antara iman dan amal saleh. Menurutnya, Al-Qur’an hampir selalu menyandingkan keduanya sebagai satu kesatuan yang utuh dalam kehidupan seorang mukmin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hubungan iman dan akhlak juga ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, ujarnya, diperintahkan untuk berkata baik atau diam serta mencintai kebaikan bagi sesamanya.
Dalam konteks puasa Ramadan, Syamsuddin mengingatkan bahwa ibadah tersebut bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa, menurutnya, merupakan latihan tauhid yang nyata karena melatih keikhlasan, kesabaran, dan pengendalian diri meski tidak ada manusia yang melihat.
Menjelang waktu berbuka, ia mengajak pendengar untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ia menekankan pentingnya konsistensi antara pengakuan iman dengan perilaku sehari-hari, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan sosial.
H. Syamsuddin berharap Ramadan menjadi madrasah tauhid yang mampu melahirkan pribadi yang istiqamah dalam ibadah dan akhlak. Ia menutup renungan dengan doa agar Allah menerima puasa umat Islam serta memperbaiki kualitas iman dan kehidupan mereka.




