Kelangkaan Stok BBM di Pesisir Selatan, Apa Penyebabnya?
A A A
Pessel,Suarautama.id–
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat mengeluhkan stok langka bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) . Keluhan paling banyak datang dari konsumen SPBU Pertamina Beberapa jenis BBM di beberapa SPBU di Pesisir Selatan Sumbar diketahui sering kosong, sehingga tidak dapat melayani kebutuhan masyarakat secara penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan stok BBM nasional sebenarnya aman. Pemerintah juga sudah menambah kuota impor untuk Pertamina.
BACA JUGA : Diduga Arogansi, Oknum Dapur MBG Desa Karanggeger Enggan Melayani Warga Desa karanggeger
Lalu, apa saja penyebab yang melatarbelakangi langkanya stok BBM di SPBU di Sumatera Barat ? Simak fakta-fakta terkininya berikut ini :
1.Menjual Bensin Kepada Pembeli yang Membawa Jerigen
Ada dugaan stasiun pengisian bahan bakar umum SPBU (SPBU) menjual bahan bakar minyak (BBM) subsidi kepada pembeli yang membawa jeriken. Hal ini makin memperparah kelangkaan Solar dan Pertalite.
2. Antre Lama
Beberapa hari terakhir, kelangkaan Solar kembali terjadi di wilayah Pesisir Selatan. Terlihat sejumlah truk antre di SPBU untuk mendapatkan Solar.
BACA JUGA : Diduga Jadi Penampung Emas PETI, Aktivitas di Rumah Ateng Desa Langling Disorot Warga
“Ini lagi susah solar, antre kita untuk dapat. Biasa juga sudah pas antrean langsung habis,” ungkap salah seorang pengemudi truk yang ditemui di SPBU yang ada di Pessel .
“Kalau untuk nelayan tidak langka. Tetapi dibatasi. Jadi Solarnya ada. Hanya saja yang biasanya dapat 20 liter, sekarang sisa 10 liter. Jadi terbatas. Padahal pemakaian tidak 10 liter saja,” beber salah seorang tokoh masyarakat Air Haji , MN, kepada suarautama.id
BACA JUGA : SD YPPK Santo Yohanes Pemandi Goodide Rayakan HUT ke-58
Ia pun menduga ada indikasi penyalahgunaan Solar untuk nelayan ke industri yang selama ini terkesan hanya dibiarkan saja terjadi.
“Kita khwatir ada yang dijual ke industri. Karena stoknya dibatasi. Padahal solarnya ada.
Kenapa dibatasi yang kami khwatirkan adalah adanya pengusaha yang mengambil jatah nelayan kemudian dijual ke industri ini ada sekelompok orang yang penghasilannya memang dari usaha ini,” pungkasnya.
(*Tim-Z)
Penulis : Ziqro fernando
Editor : Ziqro fernando
Sumber Berita: Tim-Z
Berita Terkait
Trump Klaim Dialog Dengan Iran, Teheran Membantah
Anggota DPR RI Tamanuri Tutup Usia
Iran Siap Menutup Selat Hormuz Permanen Jika Pembangkit Listrik Diserang
Harmoni Nyepi dan Idulfitri di Tengah Pencemaran Cahaya Buatan
Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran
Diplomasi Revolusioner Soekarno: Idealisme Konstitusi dan Realitas Geopolitik
Toleransi Nyata di Hari Raya, YNCI Bitung Chapter Lintas Agama Amankan Sholat Idul Fitri
Ustadz Drs. H. Mahmudin Ahmad, M.Pd.: Idul Fitri Sebagai Hari Kemenangan dan Pemaafan
Berita ini 168 kali dibaca
Berita Terbaru
Berita Utama
Trump Klaim Dialog Dengan Iran, Teheran Membantah
Nasional
Anggota DPR RI Tamanuri Tutup Usia
Berita Utama
Iran Siap Menutup Selat Hormuz Permanen Jika Pembangkit Listrik Diserang
Nasional
Harmoni Nyepi dan Idulfitri di Tengah Pencemaran Cahaya Buatan
Berita Utama
Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran
Cerpen
Air Matamu adalah Lukaku




