Mengenal Kei Uzuki: Villain Berdarah Dingin dari Sakamoto Days
Sumber Foto: Duniaku.com
Fakta Utama

Mengenal Kei Uzuki: Villain Berdarah Dingin dari Sakamoto Days

1. Pembunuh berantai berdarah dingin

Kei Uzuki tampil sebagai seorang pembunuh bayaran berdarah dingin yang mampu melancarkan aksinya tanpa memberikan reaksi apapun apalagi berkata-kata. Dia juga terbukti sangat sadis, sebab ia tak punya sedikit pun rasa penyesalan setiap kali melakukan pembunuhan dengan kejamnya.

Namun, di balik sikap tersebut, Uzuki nyatanya bisa bersikap ramah dan peduli jika sedang bersama dengan kelompoknya yang tampaknya sudah ia anggap sebagai teman yang berharga.

Bahkan, jauh di masa lampau, Uzuki digambarkan sebagai pribadi yang jauh lebih pendiam dan pemalu. Dirinya yang dulu justru menganggap bahwa membunuh adalah perbuatan yang salah, tetapi dia tak punya pilihan lain selain melakukannya demi memastikan teman-temannya di Panti Asuhan Al-Kamar aman.

2. Pendiri Organisasi X

Organisasi X adalah kelompok antagonis dari seri Sakamoto Days. Kelompok ini beranggotakan para pembunuh liar yang tujuan utamanya ialah untuk menggulingkan JAA karena alasan yang belum terungkap sepenuhnya.

Organisasi X sendiri didirikan oleh Uzuki yang sekaligus berperan sebagai leader- nya. Ia membentuk kelompok ini bersama mantan penghuni Panti Asuhan Al-Kamar yang lain.

Selanjutnya, anggota-anggota inti tersebut merekrut lebih banyak orang untuk bergabung, baik secara paksa maupun dengan sukarela.

Selain Uzuki, karakter lain yang juga menjadi bagian dari organisasi ini ialah Kanaguri, Kumanomi, Club Jam, Mad Horiguchi, serta Gozu.

3. Menderita Dissociative Identity Disorder

Demi mengatasi traumanya, Uzuki mengembangkan kondisi mental di mana ia memiliki 2 atau bahkan lebih identitas yang berbeda. Gangguan ini dikenal sebagai Dissociative Identity Disorder.

Karena kondisi tersebut, Uzuki dapat menciptakan banyak persona sekaligus dengan mengubah karakteristiknya seutuhnya sehingga benar-benar menyerupai orang yang ditiru. Persona tersebut tetap akan "hidup" meski individu yang dicontoh telah tiada.

Gangguan identitas yang diderita Uzuki membuat sosoknya menjadi sangat mengancam, sebab orang lain akan tertipu dengan mudah.

Lebih bahayanya lagi, Uzuki dapat mengadopsi kemampuan tempur milik orang yang ia tiru tersebut.

Sejauh ini, Uzuki telah menghidupkan persona Rion Akao yang merupakan senior Uzuki sekaligus teman lama Sakamoto, serta seorang anggota terkuat Order yang bernama Takamura.

Uzuki juga memanifestasikan persona X atau Slur saat beraksi sebagai pembunuh berantai yang membantai banyak pembunuh bayaran JAA.

4. Mengidap Situs Inversus

Kei Uzuki juga menderita kelainan genetik langka yang disebut Situs Inversus. Kondisi medis ini membuat organ dalam utama pengidapnya menjadi terbalik dari struktur anatomi manusia pada umumnya.

Situs Inversus disebabkan oleh mutasi genetik yang terjadi pada tubuh seseorang dan diyakini mampu berkembang dengan sendirinya. Meski kerap dianggap sebagai sebuah kecacatan, penderitanya tetap dapat menjalani kehidupan dengan normal.

Pada kasus Uzuki, kelainan genetik ini memberinya banyak keuntungan selama pertempuran. Pasalnya, musuh-musuhnya cenderung akan menargetkan titik vital Uzuki. Sayangnya, bagi Uzuki serangan tersebut justru tak berakibat fatal.

5. Orang yang mematok harga buronan untuk Sakamoto

Tak lama setelah serial Sakamoto Days dimulai, sang protagonis Taro Sakamoto segera diburu oleh para pembunuh karena ada seseorang yang memasang harga spektakuler untuk nyawanya, yakni sebesar 1 miliar yen.

Belakangan, akan terungkap bahwa dalang di balik pemburuan besar-besaran tersebut ialah Rion Akao, yaitu teman lama Sakamoto dan Nagumo saat masih di JCC.

Masalahnya, Rion sebenarnya telah dibunuh oleh Uzuki karena sebuah keadaan tak menguntungkan yang pernah menyudutkan Uzuki di masa lalu.

Bagi Uzuki, Rion adalah sosok senior yang memiliki peran penting bagi hidupnya. Setelah membunuh Rion, Uzuki menderita trauma mendalam selama bertahun-tahun, lalu akhirnya menciptakan kepribadian baru yang menyerupai Rion.

Kepribadian Rion ini sangat sempurna karena Uzuki memang sangat mengenal Rion.

6. Punya kecenderungan untuk membuat tanda "X" setelah melakukan pembantaian

Sejak alur Amusement Park Arc, tepatnya setelah harga buronan Sakamoto tersebar, Kei Uzuki mulai beraksi dengan identitas X atau Slur sebagai pembunuh berantai yang menargetkan pembunuh bayaran yang terafiliasi dengan JAA.

Seperti yang dijelaskan oleh Nagumo kepada Sakamoto, Shin, dan Lu, pembunuh berantai tersebut memiliki kebiasaan untuk membuat tanda "X" di lokasi pembantaian menggunakan darah korban-korbannya.

Tanda tersebut tampaknya mengacu pada nama alias yang Uzuki gunakan atau Organisasi X yang dipimpinnya.

7. Situasi di balik statusnya sebagai pembunuh Rion Akao

Kei Uzuki adalah orang yang membunuh Rion Akao. Namun, dia tidak melakukannya dengan sengaja.

Jadi, situasinya: di masa lalu Sei Asaki dari JAA menawari Uzuki untuk membunuh satu assassin jago. Kalau dia melakukan itu maka teman-teman Uzuki di Panti Asuhan Al-Kamar akan dibebaskan.

Uzuki bersedia melakukannya. Namun, ternyata itu jebakan.

Sosok yang harus diatasi Uzuki adalah Rion. Itu jadi pembunuhan paling pertama Uzuki, dan Uzuki baru sadar setelah dia menusuk Rion.

Kejadian itu membuat Uzuki begitu terpukul, hingga ia berujung tak lagi peduli apa yang terjadi pada dunia.

8. Pengisi suaranya adalah Daisuke Namikawa

Daisuke Namikawa adalah pengisi suara karakter Kei Uzuki di anime Sakamoto Days.

Seiyuu keahiran 1976 ini juga dikenal berkat perannya dalam sejumlah anime populer seperti Ulquiorra Cifer di Bleach, Jellal atau Mystogan di Fairy Tail, Hisoka Morrow di Hunter x Hunter (2011), Eustass Kid di One Piece, Momoshiki Otsutsuki di Boruto, dan masih banyak lagi.

Nah, itulah beberapa fakta Kei Uzuki, villain Sakamoto Days yang memiliki gangguan mental di mana dirinya dapat menciptakan identitas atau persona lain. Bagaimana pendapatmu?