Motif Pembunuhan Kacab BRI Masih Misteri, Delapan Pelaku Ditangkap
Sumber Foto: Radar Kediri
Fakta Utama

Motif Pembunuhan Kacab BRI Masih Misteri, Delapan Pelaku Ditangkap

Fakta Baru - JP Radar Kediri - Kasus penculikan sekaligus pembunuhan terhadap Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Mohammad Ilham Pradipta (MIP), masih menyisakan tanda tanya besar. Meski delapan orang pelaku sudah diamankan polisi, motif di balik aksi keji tersebut belum juga terungkap.

Peristiwa bermula Rabu sore (20/8), saat MIP tengah berbelanja di kawasan Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur. Tak dinyana, pria yang dikenal ramah itu tiba-tiba diculik oleh sekelompok orang.

Keesokan harinya (21/8), warga Desa Nagasari, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan mayat pria dengan kondisi tangan dan kaki terikat di persawahan. Belakangan diketahui, jasad tersebut adalah MIP.

Tragedi ini membuat keluarga korban terpukul. Sang istri, Puspita Aulia, menuntut keadilan. Ia berharap para pelaku dihukum berat. “Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Tolong, jangan sampai ada keluarga lain yang mengalami hal seperti ini,” ucapnya sambil menahan tangis, Kamis malam (21/8) di Bogor.

4 Penculik, 4 Otak Pelaku

Polisi bergerak cepat. Hanya dalam waktu dua hari, Subdit Resmob Polda Metro Jaya meringkus empat pelaku penculikan berinisial AT, RAH, RW, dan RS. Tiga orang ditangkap di Jakarta Pusat, sementara satu pelaku lainnya, RS, dibekuk di NTT saat mencoba melarikan diri.

Kasubdit Resmob PMJ, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, menjelaskan bahwa keempat pelaku ini bertugas menculik, bukan membunuh korban. “Mereka sudah kami amankan, tapi masih sebatas eksekutor penculikan,” ujarnya, Jumat (22/8).

Tak lama berselang, giliran otak di balik aksi ini yang berhasil ditangkap. Subdit Jatanras Polda Metro Jaya membekuk empat aktor intelektual berinisial C, DH, AA, dan YJ. Tiga orang ditangkap di Solo pada Sabtu malam (23/8), sedangkan C diringkus sehari kemudian di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

“Benar, delapan orang sudah diamankan. Tapi penyelidikan belum selesai. Masih ada kemungkinan pelaku lain,” kata AKBP Abdul Rahim, Kasubdit Jatanras PMJ, Minggu (24/8).

Luka Parah di Dada dan Leher

Dari hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati, diketahui MIP meninggal akibat luka benda tumpul di dada dan leher. Selain itu, korban juga mengalami kekurangan oksigen. “Kondisinya parah. Ada bekas pukulan di bagian vital tubuh korban,” jelas Prima, tim medis RS Polri.

Fakta ini semakin mempertegas dugaan bahwa korban bukan hanya diculik, tapi juga menjadi sasaran penganiayaan sebelum dibunuh.

Motif Belum Terungkap

Meski sejumlah pelaku sudah ditangkap, hingga kini polisi belum membeberkan motif sebenarnya. Apakah karena masalah pribadi, dendam, atau ada kaitannya dengan pekerjaan korban di bank, semua masih gelap.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardy, mengaku pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan. Ia menegaskan bahwa internal BRI akan terus berkoordinasi dengan kepolisian. “Polisi sedang melakukan pendalaman. Kalau ada perkembangan positif, akan kami sampaikan,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (21/8).

Publik Menunggu Jawaban

Kasus ini kini menjadi perhatian luas. Nama besar BRI yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat ikut terseret. Publik menunggu kepolisian mengungkap motif di balik penculikan dan pembunuhan sadis tersebut.

Bagi keluarga, jawaban itu sangat penting. “Kami hanya ingin tahu, kenapa suami saya harus diperlakukan seperti ini,” kata Puspita dengan suara bergetar.