Pemain Timnas U-23 Terkendala Kesempatan di Super League 2025
RADAR MALANG - Super League 2025-2026 ternyata belum sepenuhnya jadi panggung utama bagi para pemain Timnas Indonesia U-23. Dari data dua pekan pertama, hanya segelintir nama yang benar-benar mendapat kepercayaan penuh untuk tampil sejak menit pertama hingga peluit akhir.
Sejauh ini, baru tiga pemain yang mampu bermain penuh selama 180 menit dalam dua laga awal. Mereka adalah kiper Cahya Supriadi dari PSIM, Achmad Maulana dari Arema, dan Toni Firmansyah dari Persebaya. Ketiga nama ini bisa dibilang jadi wajah utama skuad Garuda Muda di liga musim ini.
Namun, mayoritas pemain lainnya masih harus berjuang keras. Ada yang hanya dimainkan beberapa menit, ada pula yang bahkan belum sekalipun menginjakkan kaki di lapangan. Frengky Missa misalnya, meski dipercaya tampil dalam dua laga bersama Bhayangkara, total menit bermainnya baru 100. Artinya, pemain muda ini masih bersaing ketat dengan pemain asing maupun senior yang lebih dulu mapan.
Situasi serupa juga dialami pemain lain seperti Kakang Rudianto dari Persib yang baru mencatatkan 135 menit, atau Victor Dethan dari PSM yang meski hanya sekali tampil, langsung mencetak gol dalam 144 menit penampilannya. Beberapa nama lain seperti Arkhan Fikri, Robi Darwis, hingga Rayhan Hannan baru turun sebentar, seolah jadi opsi darurat di lini masing-masing tim.
Sementara itu, ada juga pemain yang sama sekali belum mendapat kesempatan. Muhammad Ardiansyah dari PSM dan Yardan Yafi dari Persita, misalnya, belum sekali pun dimainkan di dua pekan awal. Kondisi ini tentu jadi tantangan besar bagi para pemain muda Timnas untuk membuktikan diri agar bisa bersaing merebut tempat utama.
Daftar menit bermain para pemain U-23 di dua pekan awal cukup beragam. Ada yang jadi andalan penuh, ada yang hanya cadangan, dan ada juga yang masih menunggu waktu. Hal ini menunjukkan bahwa jalan mereka di Super League 2025 masih panjang dan penuh persaingan.
Mayoritas pemain Garuda Muda memang belum jadi pilihan utama. Tapi musim masih sangat panjang, dan setiap menit bermain bisa jadi penentu nasib mereka di klub maupun di Timnas Indonesia U-23. (bal)




