Pembangunan Keluarga Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
Sumber Foto: Merdeka.com
Fakta Utama

Pembangunan Keluarga Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan pembangunan keluarga adalah fondasi utama Astacita Prabowo-Gibran, kunci menuju Indonesia Emas 2045.

22:07:00

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka baru-baru ini menegaskan bahwa pembangunan keluarga menjadi salah satu fondasi utama dalam program Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan ini disampaikan Isyana dalam keterangan resmi di Jakarta, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Fokus besar pemerintahan Prabowo-Gibran semakin jelas, yakni membangun manusia berkualitas di Indonesia sejak dalam keluarga, dengan menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai syarat utama. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan generasi unggul dan berdaya saing global.

Langkah strategis ini mencakup berbagai program terintegrasi yang bergerak dari hulu ke hilir, memastikan setiap aspek kehidupan keluarga mendapatkan perhatian. BKKBN memegang peran krusial dalam mengimplementasikan visi ini, mulai dari pencegahan stunting hingga penguatan ketahanan keluarga.

Perencanaan Keluarga sebagai Kunci Kesejahteraan

Isyana Bagoes Oka menyoroti pentingnya perencanaan keluarga sebagai kunci kesejahteraan dan perlindungan perempuan, sebagaimana dibahas dalam forum Asia Pasifik Keluarga Berencana (FP) 2030 di Bali. Target global "no one is left behind" pada tahun 2030 menekankan bahwa setiap keluarga harus memperoleh layanan kesehatan dan perencanaan keluarga yang memadai.

BKKBN telah diakui sebagai "center of excellence" Indonesia dalam isu ini, dengan fokus pada penguatan konseling keluarga, peningkatan akses kontrasepsi, serta pendampingan berbasis komunitas melalui kader dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Praktik baik Indonesia dalam layanan keluarga, kesehatan, dan budaya ramah masyarakat Bali bahkan menjadi studi bagi delegasi dari 13 negara.

Perencanaan keluarga memiliki pengaruh signifikan dalam peningkatan kualitas SDM, sebuah pilar penting dalam Astacita Prabowo-Gibran. Program-program yang telah dilaksanakan pemerintah diarahkan untuk mencapai tujuan ini, memastikan fondasi besar untuk pembangunan keluarga, gizi, pendidikan, dan kesehatan telah diletakkan dalam waktu kurang dari satu tahun pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Program Terintegrasi untuk Peningkatan Kualitas SDM

Pemerintah, melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, bergerak dari hulu ke hilir dengan program-program yang saling terhubung untuk meningkatkan kualitas SDM. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta 1000 Hari Pertama Kehidupan (usia 0-2 tahun).

BKKBN berperan sebagai garda terdepan dalam penyaluran dan pendampingan program MBG, memastikan pencegahan stunting berjalan efektif sejak masa kehamilan. Isyana menekankan bahwa MBG tidak hanya memberikan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi keluarga dan memberdayakan perempuan, terutama di dapur SPPG, distribusi lapangan, hingga kader keluarga.

Selain MBG, terdapat pula program Cek Kesehatan Gratis yang bertujuan memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Program pendidikan seperti Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu dirancang sebagai tangga mobilitas sosial, sementara Sekolah Garuda ditujukan untuk anak berprestasi agar dapat meraih kesempatan menembus universitas kelas dunia. "Pendidikan adalah tangga mobilitas. Sekolah Rakyat membuka akses, Sekolah Garuda membuka peluang lebih tinggi," ujar Isyana, menegaskan komitmen pemerintah dalam pemerataan kesempatan.

Sumber: AntaraNews

ADVERTISEMENT