Perang Houthi di Yaman: Korban Sipil dan Pengungsi Meningkat
Share :
VIVA – Fakta Utama Perang Pemberontak Houthi Yaman dengan Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, Yaman merupakan negara termiskin di dunia Arab dan telah dilanda perang berdarah antara pemberontak Houthi dan pendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Baca Juga
Penampakan 2 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi Usai Promosikan Haji Palsu
Houthi dan pemerintah Yaman telah bertempur mati-matian sejak 2004, tetapi sebagian besar pertempuran terbatas pada kubu Houthi, di provinsi Saada yang miskin di Yaman utara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada September 2014, Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan terus bergerak ke selatan menuju kota terbesar kedua di negara itu, Aden Menanggapi kemajuan Houthi, koalisi negara-negara Arab meluncurkan kampanye militer pada tahun 2015 untuk mengalahkan Houthi dan memulihkan pemerintah Yaman.
Baca Juga
Arab Saudi Bantah Izinkan Pangkalan Militernya Dipakai AS untuk Operasi di Selat Hormuz
Berikut beberapa fakta utama pemberontak Houthi Yaman dengan Arab Saudi, seperti dilansir dari Aljazeera sebagai berikut:
1. Korban Sipil di Yaman Tinggi
Baca Juga
Arab Saudi dan Kuwait Buka Akses Pangkalan Militer untuk Operasi AS di Selat Hormuz
Seorang bocah memegang pecahan rudal di lokasi serangan Houthi di Marib, Yaman.
Photo :
ANTARA/Reuters/Ali Owidha
Pada 26 Maret 2018, setidaknya sekitar 10.000 warga Yaman telah tewas dalam pertempuran itu, dan lebih dari sekitar 40.000 korban secara keseluruhan.
Sulit mendapatkan informasi akurat tentang jumlah korban tewas, tetapi Save The Children memperkirakan setidaknya 50.000 anak meninggal pada tahun 2017, rata-rata 130 setiap hari.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, memperkirakan bahwa serangan udara koalisi pimpinan Saudi menyebabkan hampir dua pertiga dari kematian warga sipil yang dilaporkan, sementara Houthi telah dituduh menyebabkan korban sipil massal karena pengepungan pemberontak Houthi di Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman.
2. Jutaan Orang Yaman Telah Mengungsi
Serangan Koalisi Arab Saudi menghancurkan Kamp Milisi Houthi di Yaman Utara
Photo :
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), memperkirakan bahwa lebih dari 3 juta orang Yaman telah meninggalkan rumah mereka ke tempat lain di negara itu, dan 280.000 telah mencari suaka di negara lain, termasuk Djibouti dan Somalia.
Seperti dilansir Al Jazeera, pengungsi Yaman seringkali harus mengatasi kekurangan makanan dan tempat tinggal yang tidak memadai. Banyak warga Yaman yang belum mengungsi, menderita, terutama mereka yang membutuhkan perawatan kesehatan.
3. Banyak Negara Asing Terlibat Dalam Perang Yaman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
VIVA Militer: Milisi Houthi di Yaman.
Photo :
Pada 2015, Arab Saudi membentuk koalisi negara-negara Arab untuk mengalahkan Houthi di Yaman. Koalisi tersebut mencakup Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Maroko, Yordania, Sudan, dan Senegal. Beberapa dari negara-negara ini telah mengirim pasukan untuk berperang di Yaman, sementara yang lain hanya melakukan serangan udara.
Halaman Selanjutnya
Pemerintah AS secara teratur melancarkan serangan udara terhadap target al-Qaeda dan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di Yaman, dan baru-baru ini mengakui telah menyerahkan sejumlah kecil pasukan di darat. AS, bersama dengan kekuatan barat lainnya seperti Inggris dan Prancis, juga telah memasok senjata dan intelijen kepada koalisi pimpinan Saudi.
1
2 3 Selanjutnya




