Reformasi Undang-Undang Kepabeanan untuk Atasi Biaya Kepatuhan Bisnis
Fakta Baru - Majelis Nasional Vietnam mengadakan sesi luar biasa untuk membahas rancangan Undang-Undang yang mengubah dan menambah beberapa pasal dalam Undang-Undang Kepabeanan, bertujuan untuk mencegah pemalsuan dokumen dan meningkatkan kepatuhan bisnis. Ketua Majelis Nasional, Tran Thanh Man, menekankan perlunya pengetatan peraturan terkait deklarasi bea cukai tambahan dan membedakan antara kesalahan tidak disengaja dan pelanggaran yang disengaja.
Awal Kejadian
Rancangan Undang-Undang ini terdiri dari dua pasal yang berfokus pada perubahan ketentuan mengenai nama dan gelar, prosedur kepabeanan, zona dan gudang, serta manajemen risiko. Menteri Keuangan, Ngo Van Tuan, menyatakan bahwa tujuan utama dari undang-undang ini adalah menciptakan landasan hukum bagi pengelolaan bea cukai yang lebih baik dan restrukturisasi sistem teknologi informasi.
Perkembangan
Selain itu, rancangan ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas data antar kementerian dan lembaga, serta mereformasi prosedur bea cukai untuk mendorong kepatuhan sukarela. Amandemen juga akan menetapkan batas waktu bagi otoritas bea cukai untuk meminta deklarasi tambahan, dan sanksi akan dikenakan bagi yang melanggar ketentuan. Penambahan Pasal 16a mengatur pemeriksaan dan pengawasan bea cukai terhadap barang yang diperdagangkan melalui platform e-commerce.
Kondisi Terakhir
Ketua Majelis Nasional mengusulkan agar rancangan ini memperhatikan transformasi digital dan berbagi data antar lembaga. Sektor kepabeanan diharapkan dapat memimpin transformasi ini untuk meningkatkan konektivitas data di tingkat ASEAN dan global. Selain itu, perlu ada peninjauan menyeluruh untuk memastikan konsistensi dengan undang-undang terkait.




