Sektor Pertanian Gorontalo: Penyumbang Utama Ekonomi dan Eksportir Jagung
Sumber Foto: Merdeka.com
Fakta Utama

Sektor Pertanian Gorontalo: Penyumbang Utama Ekonomi dan Eksportir Jagung

BPS menegaskan Sektor Pertanian Gorontalo sebagai pilar ekonomi utama, menyumbang lebih dari sepertiga PDB dan menjadi eksportir jagung. Penasaran kontribusi lainnya?

12:56:00

Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini menyoroti peran vital sektor pertanian dalam menopang perekonomian Provinsi Gorontalo. Data BPS menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga total Produk Domestik Bruto (PDB) daerah ini berasal dari kontribusi sektor pertanian yang kuat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, pada Jumat, 25 Oktober, di Gorontalo. Ia menegaskan bahwa sektor ini bukan hanya penyumbang terbesar, tetapi juga strategis bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Keunggulan Gorontalo dalam sektor pertanian ditunjukkan melalui komoditas unggulan seperti jagung yang berhasil menembus pasar ekspor internasional. Selain itu, produksi padi juga menjadi penopang utama ketahanan pangan lokal.

Kontribusi Signifikan Sektor Pertanian terhadap Perekonomian Lokal

Sektor pertanian di Gorontalo telah lama diakui sebagai fondasi utama perekonomian daerah. BPS secara konsisten mencatat bahwa kontribusi sektor ini melampaui sepertiga dari seluruh PDB Gorontalo, menjadikannya sektor paling strategis.

Dwi Alwi Astuti, Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, menjelaskan bahwa dominasi Sektor Pertanian Gorontalo ini menunjukkan ketergantungan ekonomi yang tinggi pada aktivitas pertanian. Hal ini juga mengindikasikan potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut.

Peran strategis ini tidak hanya terbatas pada angka PDB, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja dan penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Dengan demikian, stabilitas dan pertumbuhan Sektor Pertanian Gorontalo memiliki dampak langsung pada kesejahteraan penduduk.

ADVERTISEMENT

Jagung dan Padi: Komoditas Unggulan Pangan Gorontalo

Salah satu pencapaian gemilang Sektor Pertanian Gorontalo adalah keberhasilan komoditas jagung menembus pasar ekspor. Gorontalo dikenal sebagai salah satu penghasil jagung utama di Indonesia, dengan kualitas yang diakui secara internasional.

Menurut Dwi Alwi Astuti, "Salah satu komoditas tanaman pangan utama yang dihasilkan adalah jagung, di mana Gorontalo berhasil menembus pasar ekspor sebagai penghasil jagung." Pernyataan ini menggarisbawahi posisi Gorontalo di pasar global.

Selain jagung, produksi padi juga menjadi andalan penting dalam menjaga ketahanan pangan. "Luas panen padi Provinsi Gorontalo tahun 2024 mencapai sekitar 46,95 ribu hektare dengan produksi padi sebesar 234,86 ribu ton gabah kering giling (GKG)," ujar Dwi. Jika dikonversikan untuk konsumsi, angka ini setara dengan 131,14 ribu ton beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk.

Tiga kabupaten memberikan kontribusi terbesar terhadap luas panen padi tahun 2024: Kabupaten Gorontalo (20,93 ribu hektare), Kabupaten Boalemo (7,03 ribu hektare), dan Kabupaten Pohuwato (7 ribu hektare). Meskipun demikian, terdapat empat kabupaten/kota yang mengalami penurunan luas panen padi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara dua lainnya menunjukkan peningkatan.

ADVERTISEMENT

Potensi Perkebunan yang Terus Berkembang

Tidak hanya tanaman pangan, Sektor Pertanian Gorontalo juga memiliki potensi besar di subsektor perkebunan. Berbagai komoditas perkebunan dominan turut menyumbang pada kekuatan ekonomi daerah.

Komoditas perkebunan utama di Gorontalo meliputi kelapa dengan produksi mencapai 65.827 ton, serta kelapa sawit sebesar 13.356 ton. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan industri hilir terkait.

Selain itu, Gorontalo juga menghasilkan tebu sebanyak 6.070 ton, kakao sebesar 1.931 ton, dan kopi sejumlah 125,73 ton. Diversifikasi komoditas ini memperkuat posisi Gorontalo sebagai daerah agraris yang produktif.

Pengembangan subsektor perkebunan ini diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui inovasi dan dukungan pemerintah. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan nilai tambah dari Sektor Pertanian Gorontalo secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

ADVERTISEMENT