Serangan Militer AS-Israel Terhadap Iran: Eskalasi Ketegangan Nuklir yang Mengguncang Dunia
Ini sebagai eskalasi paling signifikan dalam rivalitas ketiga negara selama beberapa dekade terakhir.
1. Latar Belakang Konflik
Iran memiliki program nuklir yang dipandang AS dan Israel sebagai ancaman serius. Ketidakpercayaan pada transparansi Iran memperparah hubungan sejak tahun 2000-an.
Negosiasi diplomatik tahun 2025 - 2026 antara AS dan Iran terkait pembatasan nuklir tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan pihak barat. Hal ini menjadi salah satu alasan AS menyatakan tindakan militer.
Militer Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara dan serangan militer besar terhadap Iran pada Sabtu (28/2).
Operation Lion's Roar oleh Israel dan Operation Epic Fury oleh AS. Serangan menargetkan berbagai fasilitas militer dan struktur penting di kota - kota besar Iran, termasuk Teheran.
3. Alasan dan Tujuan Serangan AS - Israel
Pemerintah AS dan Israel bertujuan menghentikan kemampuan nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman senjata nuklir. Memperlemah kemampuan misil balistik dan angkatan laut Iran.
Amerika Serikat menggunakan Bomber siluman B-2 Spirit yang digunakan untuk menyerang fasilitas militer/struktural yang sangat terlindungi. Rudal Tomahawk yang diluncurkan dari kapal dan kapal selam.
Jet tempur F-18 dan F-35 Stealth Fighters, Sistem roket HIMARS dari darat, dan penggunaan drone satu arah untuk serangan strategis.
Israel menggunakan Jet tempur F-351 Adir, yaitu pesawat tempur siluman generasi terbaru versi Israel. Serangan udara diarahkan pada target rudal, pertahanan udara, dan lokasi komando militer.
5. Perkembangan Konflik & Eskalasi
Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan tewas dalam serangan yang menimbulkan situasi kepastian yang masih diperdebatkan.
Konflik meluas ke negara tetangga, termasuk serangan oleh Hizbullah dari Lebanon ke Israel yang memicu serangan balik oleh Israel terhadap wilayah Lebanon.
Pesawat tempur AS sempat ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Kuwait secara tidak sengaja yang menambah tingkat kekacauan di medan perang.
6. Dampak Besar Konflik
Ketegangan mempengaruhi ekonomi global, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh iran yang menyumbang jalur penting bagi ekspor minyak dunia. Hal tersebut memicu lonjakan tajam harga minyak.
7. Kontroversi Hukum & Politik
PBB dan beberapa negara mengutuk kekerasan dan menyerukan kembali ke jalur diplomasi. Menekankan risiko pelanggaran hukum internasional dan perang besar di kawasan.




