Tragedi KM Putri Sakinah: Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Hilang di Labuan Bajo
Bagikan
Berita Terkini
Eksklusif di WhatsApp GarudaTV
Gabung
Kapal wisata jenis semi-pinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan utara Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat malam, 26 Desember 2025.
Isi Konten
Kronologi Kejadian
Korban dan Penumpang
Upaya Pencarian dan Penemuan
Penyebab dan Dampak
Insiden ini menewaskan pelatih Tim B Putri Valencia CF asal Spanyol beserta tiga anaknya, sementara empat korban lainnya masih dalam pencarian hingga 28 Desember 2025.
Baca Juga
WNA Bermasalah Terungkap, DPR Minta Sistem Pengawasan Terpadu Segera Dipercepat
Berikut fakta-fakta utama berdasarkan laporan resmi dari Basarnas, KSOP Labuan Bajo, dan media terpercaya.
Kronologi Kejadian
Kapal berangkat dari Pulau Komodo pukul 20.00 WITA menuju Pulau Padar untuk kegiatan wisata trekking. Sekitar 30 menit kemudian, sekitar pukul 20.30-21.00 WITA, kapal mengalami mati mesin dan dihantam gelombang tinggi (swell) setinggi 2-3 meter akibat pengaruh bibit siklon 96S. Kapal akhirnya terbalik dan tenggelam.
Korban dan Penumpang
Kapal mengangkut total 11 orang:
Baca Juga
Fakta Hukum di Balik Viral Dokter Lansia Tinggalkan Rumah Karena Sengketa Warisan
6 wisatawan WNA Spanyol (satu keluarga: Fernando Martin Carreras – pelatih Valencia CF Femenino B, istri Andrea Ortuno, dan empat anak).
4 awak kapal (ABK) termasuk kapten Lukman.
1 pemandu wisata (guide Valdus).
Selamat (7 orang): Istri (Andrea Ortuno), satu anak perempuan (Mar Martinez Ortuno), kapten Lukman, 3 ABK (Muhamad Rifai, Muhamad Alif Latifa, Rahimullah), dan guide Valdus. Mereka dievakuasi oleh kapal lewat dan tim SAR.
Hilang/Meninggal (4 orang): Fernando Martin Carreras (44) dan tiga anaknya (dua laki-laki dan satu perempuan). Valencia CF mengonfirmasi kematian mereka, menyebabkan duka mendalam di dunia sepak bola Spanyol.
Upaya Pencarian dan Penemuan
Tim SAR gabungan (Basarnas, KSOP, Polairud, TNI AL, penyelam profesional dari P3Kom, DOCK, Gahawisri) melakukan pencarian sejak 26 Desember. Hingga hari ketiga (28 Desember 2025):
Baca Juga
Universitas Budi Luhur Pecat Dosen yang Diduga Lakukan Pelecehan Pada Eks Mahasiswi
Temukan serpihan kapal, tabung gas, body kamar nakhoda, life jacket, dan puing lainnya sekitar 5 nautical mile dari lokasi.
Pencarian diperluas dengan armada laut dan penyelam, meski cuaca buruk (gelombang, hujan, arus kuat).
Operasi berlanjut tanpa batas waktu hingga korban ditemukan.
Penyebab dan Dampak
Penyebab utama: Mati mesin ditambah gelombang tinggi tiba-tiba dari bibit siklon. BMKG prakirakan gelombang tinggi di Labuan Bajo hingga akhir 2025. Tragedi ini memicu duka dari Valencia CF dan Real Madrid, serta sorotan pada keselamatan wisata bahari di TN Komodo.

TAGGED: KM Putri Sakinah labuan bajo pelatih valencia Valencia
Bagikan Berita Ini
Bagaimana perasaanmu atas berita ini?
Love0
Sad1
Happy0
Angry0
Previous Article
Tambahan Rp7,66 Triliun Cair, THR dan Gaji ke-13 Guru ASN Daerah Dibayarkan
Next Article
Gunung Etna Meletus Dahsyat, Lava 400 Meter dan Abu Tebal Menyelimuti Sisilia




