Efisiensi Anggaran di Tengah Penambahan Struktur Kabinet
Fakta Baru - Implementasi efisiensi anggaran melalui Inpres 1/2025 menghadapi kritik terkait penambahan struktur kabinet yang berpotensi memperburuk kondisi fiskal. Penambahan jumlah kementerian dan lembaga dinilai tidak sejalan dengan tujuan efisiensi yang diharapkan.
Awal Kejadian
Sejak penerapan Inpres 1/2025, terdapat kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi belanja anggaran. Namun, kritik muncul terkait pembentukan kementerian baru yang seharusnya mengurangi biaya birokrasi, tetapi justru menambah beban anggaran.
Perkembangan
Pembentukan kementerian baru tidak hanya menciptakan posisi menteri dan wakil menteri, tetapi juga memicu pembentukan berbagai jabatan lainnya dalam struktur birokrasi. Hal ini berpotensi meningkatkan biaya operasional dan penyediaan sarana perkantoran yang lebih besar, sehingga menambah beban anggaran negara.
Kondisi Terakhir
Dalam konteks tekanan ekonomi, masyarakat merasakan dampak dari kebijakan yang tidak seimbang ini. Contoh konkret terlihat dari seorang pedagang mie ayam di Jakarta Selatan yang mengalami penurunan penjualan, meski berupaya mempertahankan kualitas produk. Penurunan daya beli ini menunjukkan bahwa masalah ekonomi tidak hanya terlihat dalam data, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat.




