Indonesia Setuju Impor Migas AS Senilai Rp 240 Triliun per Tahun
Sumber Foto: Tempo.co
Nasional

Indonesia Setuju Impor Migas AS Senilai Rp 240 Triliun per Tahun

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo setelah memberikan keterangan pers perihal perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, 20 Februari 2026. Dalam perjanjian tersebut, Pemerintah Indonesia sepakat mengimpor migas senilai US$15 miliar atau sekitar Rp 240 triliun per tahun guna memperkuat ketahanan energi nasional. Antara/Hafidz Mubarak A

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers perihal perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, 20 Februari 2026. Antara/Hafidz Mubarak A

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers perihal perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, 20 Februari 2026. Antara/Hafidz Mubarak A

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers perihal perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, 20 Februari 2026. Antara/Hafidz Mubarak A

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan pers perihal perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, 20 Februari 2026. Antara/Hafidz Mubarak A