Istana Pastikan Tidak Ada Rencana Reshuffle Kabinet Dalam Waktu Dekat
ASPEK.ID, JAKARTA – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali berembus di awal Februari 2026. Namun, Istana Kepresidenan memastikan Presiden Prabowo Subianto belum memiliki rencana reshuffle dalam waktu dekat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, hingga saat ini tidak ada pembahasan ataupun keputusan presiden terkait perombakan kabinet.
“Belum ada, belum ada,” tegas Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
Baca Juga
Iran Longgarkan Blokade Hormuz, Kapal Jepang Diberi Jalur Aman
Prabowo Gelar Open House di Istana, SBY hingga Gibran Hadir
Lebaran di Tengah Luka, Warga Aceh Tamiang Menyulam Harapan
Eks Menag Yaqut Menghilang dari Rutan, KPK Beri Penjelasan
Salat Id di Aceh Tamiang, Prabowo Sebut Pengungsi Sudah Nol
Lima Masjid Garapan Waskita Siap Tampung Ratusan Ribu Jemaah Salat Id
Advertisement. Scroll to continue reading.
Saat didesak soal kemungkinan kementerian yang berpotensi terkena evaluasi, Prasetyo memilih irit bicara. Ia kembali menekankan bahwa isu reshuffle masih sebatas spekulasi.
“Belum ada, oke,” ucapnya singkat.
Meski dibantah Istana, isu reshuffle mencuat setelah Presiden Prabowo menggelar retret Kabinet Merah Putih jilid II di Hambalang, Bogor, awal Januari 2026. Agenda tersebut disebut menjadi forum evaluasi kinerja menteri sekaligus pemetaan strategi pemerintahan untuk tahun 2026.
Spekulasi kian menguat seiring terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pergeseran posisi ini memunculkan asumsi adanya efek domino di kabinet, khususnya di sektor ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat mengindikasikan kemungkinan adanya perombakan kabinet pada Februari 2026. Dalam skenario yang beredar, Thomas Djiwandono disebut akan bertukar posisi dengan Juda Agung, mantan Deputi Gubernur BI.
Juda Agung dikabarkan bakal mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas yang kini resmi masuk jajaran pimpinan bank sentral.
Selain itu, nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono juga disebut-sebut bakal merapat ke eksekutif. Isu ini mencuat setelah Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto memberi sinyal bahwa Budi berpeluang menjadi salah satu pembantu Presiden Prabowo.
Kendati demikian, Istana menegaskan seluruh isu tersebut belum memiliki dasar keputusan resmi. Pemerintah menyebut fokus Presiden saat ini masih pada konsolidasi kebijakan dan percepatan program prioritas 2026. []
Komentar
Share16 Tweet10 Send Share Share3 Send
ADVERTISEMENT
Related Posts
Iran Longgarkan Blokade Hormuz, Kapal Jepang Diberi Jalur Aman
ASPEK.ID - Pemerintah Iran mulai melonggarkan blokade di Selat Hormuz dengan mengizinkan kapal-kapal komersial asal Jepang melintasi jalur strategis tersebut....
Prabowo Gelar Open House di Istana, SBY hingga Gibran Hadir
ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar open house Idulfitri 1447 Hijriah di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/3). Tradisi gelar...
Lebaran di Tengah Luka, Warga Aceh Tamiang Menyulam Harapan
ASPEK.ID, TAMIANG - Lebaran tahun ini hadir dengan nuansa yang tak biasa bagi warga Aceh Tamiang. Jejak bencana yang belum...
Load More




