Kenaikan Insentif dan Tunjangan Guru Honorer Capai Rp2 Juta
Sumber Foto: Infobanknews
Nasional

Kenaikan Insentif dan Tunjangan Guru Honorer Capai Rp2 Juta

Poin Penting

Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak 2005.

Tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta sebagai bagian peningkatan kesejahteraan guru.

Penyaluran tunjangan kini langsung ke rekening guru setiap bulan, tidak lagi melalui pemda tiap tiga bulan.

Jakarta – Pemerintah menaikkan insentif guru honorer dan tunjangan guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kenaikan insentif guru honorer menjadi salah satu langkah signifikan yang dijalankan pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto.

“Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” kata Teddy dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia menyebut, pemerintah juga menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Menurut Teddy, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru.

Pemerintah juga membenahi mekanisme penyaluran tunjangan. Jika sebelumnya dana disalurkan melalui pemerintah daerah dan diterima setiap tiga bulan, kini tunjangan ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan.

“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan ke gurunya. Dan sudah berjalan,” ujar Teddy.

Ia menegaskan seluruh program pendidikan tetap berjalan dan bahkan diperkuat. Pemerintah, kata dia, menaruh fokus lebih besar pada siswa, sekolah, dan guru sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menempatkan guru sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Dengan kesejahteraan yang semakin baik, diharapkan para pendidik dapat semakin optimal mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)